Buat Bayar Persalinan Istrinya, Sholeh Nekad Gasak Uang Diwarung Tetangga

©nur

Transbogor.co- Lantaran istri dan anaknya ditahan pihak rumah sakit usai melahirkan, Muh Sulaiman alias Soleh (43) nekat menggasak uang di warung milik Ni Nyoman Suciwati, di Mengwitani Kabupaten Badung, Bali Minggu (16/8) lalu.

Hal itu terpaksa dilakukannya demi mendapat uang untuk menebus biaya persalinan anaknya di Rumah Sakit Wringinanom, Gersik, Jawa Timur.

"Pelaku kita tangkap berdasarkan keterangan masyarakat setempat," papar Kasat Reskrim Polres Badung AKP Boy Jumalolo, Rabu (19/8).

Dalam pemeriksaan, Soleh mengaku sudah kehabisan akal saat dengar anaknya tidak bisa pulang dari rumah sakit. Lantaran keluarganya tidak punya biaya untuk menebus persalinan.

"Saat itu saya bingung, mau pulang ke Jawa belum bayaran. Pinjam sana sini, semua mengaku tak ada uang. Padahal saya hanya pinjam Rp 200 ribu saja untuk uang transpor," akunya mengutip pemeriksaan dalam berkas Soleh.

Merasa panik dapat kabar anak dan istrinya juga tidak dapat pinjaman uang, Soleh yang bekerja sebagai buruh bangunan ini terpaksa mengambil jalan pintas dengan mencongkel sebuah warung yang dekat dengan lokasi dirinya bekerja.

Dari warung milik Suciwati, dirinya berhasil mendapatkan uang sebesar Rp 2,7 juta dan handphone Nokia yang casing-nya terbungkus plaster.

"Pelaku belum sempat menikmati uang hasi curiannya untuk pulang ke Jawa. Karena terlebih dahulu kepergok warga," uangkap Kasat seizin Kapolres Badung.

Dijelaskannya, saat kejadian kepergok pemilik warung dan warga. "Saat itu pemilik warung berteriak, sehingga massa datang dan menghakimi pelaku," tuturnya.

Soleh babak belur dihajar warga. Ironisnya, hingga kini dirinya belum mendapat kabar apakah istri dan anaknya masih tertahan di rumah sakit.

"Lengkap sudah pak penderitaan saya. Istri dan anak saya ditahan, saya juga ditahan sekarang," keluhnya dengan wajah penuh lebam lantaran dikeroyok massa.

Atas tindakannya, Soleh dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman hukum lima tahun penjara.

"Pelaku tetap kita proses hukum. Atas perbuatannya kita jerat pasal 363," terang Boy.

 

Sumber : Merdeka.com

.