Apersi Optimis, Target Rumah Rakyat Tercapai

©liputan6.com
Ilustrasi.

Transbogor.co - Dalam mendukung program nasional pembangunan satu juta rumah, terdapat pembagian tugas. Selain pemerintah dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), pengembang swasta juga turut andil dalam program tersebut. Sejak dicanangkan April 2015 silam, pembangunan satu juta rumah terus berjalan.

Ketua Asosiasi Pengembang perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Eddy Ganefo optimistis targetnya akan tercapai. "Optimistis target Apersi tercapai. Dari laporan yang masuk, Apersi sudah menjual 35 ribu unit," ujar Eddy kepada Kompas.com, Senin (17/8/2015).

Jumlah ini, kata dia, adalah 50 persen dari target yang sudah direncanakan. Sementara untuk jumlah rumah baik yang sudah dibangun dan sedang dalam pembangunan, sebanyak 60.000 unit. Sedangkan target tahun ini adalah 65.000 unit untuk penjualan dan 85.000 unit untuk pembangunan.

Keseluruhan unit yang dibangun adalah rumah dengan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Adapun pembangunan rumah paling banyak di Jawa, yaitu sebesar 50 persen. Khususnya di Jawa Barat, pembangunannya terbanyak di Karawang, Cikarang, Cikampek, dan Purwakarta. Sementara sisanya akan dibangun di Banten, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.

Menurut Eddy, porsi di Jawa lebih banyak, karena penduduknya yang juga lebih padat. Target pasar di Jawa Barat sesuai dengan program Satu Juta Rumah yaitu kalangan pedagang, pekerja, pegawai negeri sipil (PNS) dan umum. Terkait harga, rumah per unit ini akan dijual Rp 125 juta untuk yang berada di Jabodetabek dan Rp 110 juta di luar Jabodetabek.

Sumber : kompas.com

.