Diserbu Wisatawan Asing, PHRI Keluhkan Penginapan Tanpa Izin

©net

Transbogor.co- Memasuki bulan agustus hingga november ini sejumlah wisatawan asal timur tengah kembali menyerbu kawasan Puncak Bogor untuk berwisata .Sejumlah hotel dan penginapan termasuk vila menjadi bidikan bagi wisatawan asal timur tengah untuk mengisi masa liburannya.

Dan kondisi itupun membuka kesempatan bagi para penyedia jasa wisata mulai dari pemandu wisata hingga pemilik usaha rental mobil yang ada,namun sayang potensi alam yang menjadi primadona wisata Kabupaten Bogor itu hanya di nikmati oleh sebagian penyedia jasa pariwisata saja.Sementara pengusaha pariwisata yang tergabung dalam Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) masih di hadapkan dengan perizinan arena bernyanyi.

Ketua PHRI Kabupaten Bogor Agus Candra Bayu mengatakan para wisatawan tersebut ternyata hanya sebentar mengunjungi objek wisata di puncak selebihnya mereka menuju objek wisata lainnya di Sukabumi dan Cianjur

“Permasalahannya adalah banyak dari wisatawan asal timur tengah itu yang menyewa kamarnya di vila yang notabene tidak memiliki izin penginapan,” Keluh dia kepada transbogor.co Sabtu (22/08/2015)

Selain tidak berizin dan memberikan kontribusi bagi pendapatan asli daerah Kabupaten Bogor , persaingan antara hotel dengan vila juga tidak sehat.Terjadi perang tarif yang dampaknya adalah kerugian bagi pengelola hotel , sementara vila adalah bangunan perorangan yang di sewakan dan di kelola oleh warga di lingkungan sekitarnya.

 

Reporter : Arief Pramana

Editor     :-

.