Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Leuwiraji Ancam Pengguna Jalan

©transbogor/Azis

Transbogor.co- Proyek rehabilitasi atau perbaikan jembatan Leuwiranji yang menghubungkan wilayah Kecamatan Rumpin dan Gunungsindur hingga hari ini belum juga di mulai. Padahal papan proyek tender perbaikan jembatan senilai 3,3 miliar itu sudah terpampang. Apalagi jembatan yang pemeliharaan dan pengawasannya berada di bawah Unit Pelaksana Teknis ( UPT ) Jalan dan Jembatan wilayah Leuwiliang ini, kondisinya membahayakan pengguna jalan.

Pantauan Transbogor.co saat  ini, jembatan yang berada di Kampung Leuwiranji RT 03 /02 Desa Sukamulya Kecamatan Rumpin ,Kabupaten Bogor, kondisinya sudah mengkhawatirkan. Selain baut-baut besi jembatan sudah pada kendor,kondisi tiang penyangga jembatan sudah rusak.

 "Jembatan ini kerap dilintasi oleh kendaraan besar dengan muatan tonase yang sangat berat. Kabarnya proyek tender perbaikannya sudah harus mulai,namun hingga kini belum ada kegiataan apa-apa,“ terang Nasri (40) warga Desa Sukamulya Kecamatan Rumpin kepada Transbogor.co Sabtu (22/08/2015)

Nasri menambahkan, karena belum adanya perbaikan dan kurangnya perawatan dari dinas terkait, membuat kondisi jembatan sangat rawan musibah. “Coba aja perhatikan saat kendaraan besar melintas jembatan tersebut,pasti menimbulkan getaran yang sangat kencang," imbuhya.
Hal serupa di katakan Adhori, warga Kampung Bugel Desa Jampang Kecamatan Gunungsindur. Menurutnya,perbaikan harus segera dilakukan. Warga khawatir, dengan kondisi jembatan yang saat ini rusak akan menimbulkan bahaya. “Aspal di badan jalan sudah terkelupas. Hanya bantalan besi saja yang terlihat,“ terangnya.

Selain itu, masih kata Andhori, baut-baut pengikat sudah pada kendor, begitupun siku-siku penahan tiang sudah bayak yang patah. “Jika tidak ada perbaikan secara cepat, bisa saja  sewaktu-waktu  akan mengancam keselamatan warga,“ jelasnya.

Sementara Kepala UPT Jalan Dan Jembatan Wilayah Leuwiliang, Asmandila ketika dihubungi melalui telepon selulernya tidak dapat terhubung.

 

Reporter : Azis Maulana

Editor       : Arief Pramana

.