Banjir Subang Terbesarse- Jabar

  Warga menggunakan tali sebagai jalur evakuasi ketika melintasi arus banjir yang deras di Pamanukan, Subang, Jawa Barat (20/1). BPBD Jawa Barat mengirim¬kan 10 ton beras dan sembilan perahu karet untuk membantu warga korban banjir di Subang.

Subang, Trans Bogor

Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar) Deddy Mizwar mengatakan, musibah banjir yang terjadi di Kabupaten Subang sejak empat hari lalu merupakan musibah banjir terbesar se-Jabar sejak tahun 2006.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Pemerintah Kabupaten Subang, ada sebanyak 13 kecamatan yang terendam banjir yakni, Kecamatan Pamanukan, Kecamatan Pusaka Jaya, Kecamatan Compreng, Kecamatan Blanakan, Kecamatan Tambakdahan, Kecamatan Sukasari. Selain itu juga Kecamatan Legon Kulon, Kecamatan Pabuaran, Kecamatan Ciasem, Kecamatan Pusakanagara, Kecamatan Patok Beusi, Kecamatan Pagaden dan Kecamatan Binong.

"Ini (banjir di Kabupaten Subang), yang terbesar sepanjang sejarah Jabar. Katanya ada tanggul jebol, persoalannya saat ini bagaiamana memperbaiki dan evakuasi, bahwa ini banjir besar pasti ada sesuatu, selain curah hujan yang jauh lebih besar," kata Deddy Mizwar di Kabupaten Subang, Selasa (21/1).

Ditemui usai memberikan bantuan dan meninjau korban banjir di Masjid Besar Al Mukhlisin,

Kecamatan Pamanukan Kabupaten Subang, Deddy menjelaskan, penanganan utama terkait banjir yang di Kabupaten Subang saat ini ialah melakukan penyelamatan dan evakuasi terhadap warga yang terkena dampak dari musibah tersebut.

"Yang penting itu bagaimana pengungsi di sini, orang yang belum dievakuasi dimonitor, kemudian logistik kurang atau tidak," kata dia.

Dalam kunjungannya yang berlangsung sekitar satu jam, Wagub Jabar ini memberikan bantuan makanan siap saji dan obat-obat kepada ratusan pengungsi yang ada di Masjid Besar Al Mukhlisin, Kecamatan Pamanukan, Kabupaten Subang. Melihat kondisi akibat banjir di Kabupaten Subang, maka dirinya mengakui bahwa kedatangannya ke lokasi banjir tidak akan banyak membantu.

"Terus ngapain kita? Nggak bisa ngapa-ngapain kan kita (kalau ke lokasi banjir). Ya sudah, mendingan pada manusianya. Kalau saya mau lebih melihat gimana nasib manusianya," ujar Deddy.

Menurut dia, merupakan hal yang sulit untuk menghadapi kondisi alam sehingga lebih baik saat ini untuk fokus mengurus korban banjir.

"Jadi kalau alamnya ya udah biarinlah, karena tanggul jebol atau apa, mau diapain. Berenang saya juga nggak bantu masalah. Yang penting saat ini, adalah bagaimana penanganan terhadap pengungsi akibat banjir di Kabupaten Subang. Jadi lebih baik memikirkan orang yang belum dievakuasi dimonitor, logistik kurang atau tidak," terangnya.

Rugi Rp 32 Miliar

Kerugian material akibat banjir yang melanda Kabupaten Subang, Jawa Barat, sejak Jumat (17/1) ternyata mencapai sekitar Rp32 miliar.

"Musibah banjir tersebut melanda 13 kecamatan di Kabupaten Subang," kata Sekda Kabupaten Subang Abdul Rahman, di Kabupaten Subang, Selasa (21/1).

Ketika mendampingi Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar meninjau pengungsi banjir di Masjid Besar Al Mukhlisin, Kecamatan Pamanukan Kabupaten Subang, Sekda Abdul menuturkan, pihaknya kini telah melakukan upaya terkait musibah banjir tersebut.

"Langkah pertama, kami melakukan koordinasi langkah kegiatan dengan seluruh Muspida, SKPD, Camat dan seluruh kepala desa yang ditimpa bencana banjir di bawah pengendalian Satlak Penanggulangan Bencana," ungkapnya.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga telah melakukan inventarisasi seluruh data kejadian bencana banjir dan mendirikan berbagai posko bencana yang dibutuhkan seperti posko dapur umum, posko kesehatan dan tempat evakuasi. (wid/ant)

.