Di Citereup, Harga Jengkol Nyaris Setara dengan Harga Daging

©rmol.co
Ilustrasi.

Transbogor.co-Beberapa harga kebutuhan pokok masyarakat terus meroket naik, kondisi ini membuat ibu-ibu rumah tangga kebingungan dalam mengatur uang belanja.

“Harga-harga sekarang bukan pada turun, tapi malah naik semua. Apalagi uang dapur nggak pernah naik.” ungkap Erni

Suud (49) salah seorang pedagang bumbu dapur di Pasar Citereup menerangkan, kenaikan harga terjadi akibat kurangnya pasokan barang dagangan. "Karena kondisi cuaca yang panas, banyak petani yang gagal panen. Ini menjadi pemicu naiknya harga-harga." terangnya.

Kenaikan harga hampir terjadi pada seluruh komoditas. Seperti, harga Cabe Rawit Merah mengalami kenaikan, dari semula Rp.60 ribu/Kg menjadi Rp.80 ribu/Kg. Bawang Merah juga ikut naik, dari Rp 18.000/Kg menjadi 20.000/Kg. Bahkan, harga jengkol bersaing dengan harga daging sapi, yaitu Rp 110/Kg, sedang daging sapi Rp 120/Kg.  “Jengkol juga masih mahal harganya, saingan dengan harga daging sapi.

Sementara harga Cabe Merah Kriting Rp.45 ribu/Kg, Cabe Merah biasa Rp.40 ribu/Kg, Cabe Rawit Hijau Rp.50 ribu/Kg, sedangkan harga Bawang Putih turun dari Rp.24 ribu/Kg jadi Rp 22 ribu/Kg.  harga Tomat Rp.3 ribu/Kg, Terong Rp.8 ribu/Kg,  Buncis Rp.15 ribu/kg, Taoge Rp.8 ribu/Kg, Kacang Tanah Rp. 27 ribu/Kg, Kacang Hijau Rp.24 ribu/Kg, Ikan Asin Teri Rp.80 ribu/Kg, Ikan Kembung Rp.45 ribu/Kg dan Jagung Pipilan Rp.7 ribu/Kg. Begitupun harga beberapa kebutuhan pokok lainnya juga masih tinggi. Diantaranya, Gula Pasir Rp.13 ribu/Kg, Minyak Goreng Curah Rp.11 ribu/Kg, Daging Ayam Boiler Rp.45 ribu/Kg, Daging Ayam Kampung Rp.75 ribu/Kg.

Reporter : Azis Maulana.

Editor : Dimas Fery

 

.