Harga Cabai Meroket, Pengusaha Kuliner Menjerit

©Transbogor.co/Erick.
Harga cabai kian meroket.

Transbogor.co-Pedagang sayur mayur di beberapa pasar di Kota dan Kabupaten Bogor mengeluhkan harga jual cabai rawit merah yang terus meroket hingga menyentuh rekor Rp100 ribu per kilogramnya.

Sebagian dari pedagang bahkan menyimpulkan harga sedemikian tinggi untuk komoditi tersebut sudah tidak wajar. Sebab harganya lebih tinggi dari harga jual saat permintaan sedang tinggi semisal menjelang lebaran.

“Harganya setelah Lebaran gak turun-turun. Ini kan aneh,” kata Rosid (45) pedagang sayur mayur di pasar Ciawi mengungkapkan.

Untuk cabai  jenis lain, Rosid mengilustrasikan, harganya biasa-biasa saja, meski terjadi kenaikan. Namun tapi tidak terlalu besar. Sebab  dalam tempo tak berapa lama, harga kembali terkoreksi turun.

“Cabai merah besar kini Rp26 ribu dari Rp30 ribu perkilogram, cabai merah kriting hanya Rp38 ribu. Dan cabai ijo besar hanya Rp20 ribu perkilogram,” pungkasnya.

Harga tersebut tentu saja membuat pelaku ekonomi terutama dalam bidang kuliner tertekan. Salah seorang pemilik rumah makan di Ciawi, Nurmacica, mengatakan, harga cabai rawit merah yang terus menerus naik membuatnya kebingungan. Pasalnya, sebagian besar makanannya berbahan dasar cabai rawit merah.

“Terpaksa menaikkan harga masakan mas, mau gimana lagi, paling nanti pelanggan juga ikut bingung,” kata dia

Reporter : Erick Prayoga.

Editor : Dimas Fery

.