Musim Hujan, Harga Sayuran Merangkak Naik

  foto:Antara

Bogor, Trans Bogor
Musim hujan ekstrim yang terjadi di sejumlah lumbung sayur menyebabkan harga sayuran terus merangkak naik di pasaran. Selain harganya yang mulai fluktuatif, pasokan sayur dari sejumlah daerah juga tersendat, baik karena gagal panen maupun membusuk di perjalanan karena jalanan banjir.

Salah seorang pedagang sayuran di Pasar Anyar Bogor, Asep (39), Selasa (21/1) mengatakan, pasokan sayuran sejak sepekan terakhir agak sulit. "Petani katanya gagal panen. Belum lagi hujan terus jadi pasokan sayur yang ada cepat membusuk di perjalanan," ujar Asep.

Beberapa komoditas sayuran yang mengalami kenaikan misalnya cabai merah keriting dari Rp 34 ribu menjadi Rp 40 ribu per kilogram, cabai besar dari Rp 33 ribu menjadi Rp 40 ribu per kg, cabai rawit hijau dari Rp 22 ribu menjadi Rp 26 ribu per kg, dan cabai merah dari Rp 30 ribu menjadi Rp 32 ribu per kg.

Selain itu, komoditas sayur lainnya seperti tomat, wortel, kentang pun mengalami kenaikan hampir dua kali lipat. Misalnya saja, tomat yang semula Rp 5 ribu naik tajam hingga Rp 11 ribu per kg. Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bogor Mangahit Sinaga mengakui, kenaikan harga sayur selalu terjadi saat cuaca ekstrim.

Beberapa sayuran memang hanya cocok ditanam saat musim kering. Dengan demikian, saat musim hujan ekstrim, pasokannya bisa berkurang karena petani didera gagal panen. Selain itu, saat musim hujan, penyimpanan sayur juga serba salah. Misalnya saja wortel yang tadinya baik, menjadi cepat busuk karena penyimpanan yang kurang baik oleh pedagang. Akibatnya pasokan terbatas.

Ia mengungkapkan Disperindag Kota Bogor akan terus memantau perkembangan harga kebutuhan pokok di pasar tradisional termasuk memastikan bahwa pasokan tidak terhambat untuk bisa memenuhi kebutuhan permintaan di pasar. "Sejauh ini memang ada kenaikan. Tapi hal itu wajar, yang pasti kita jamin pasokannya pasti ada, walau tidak sebanyak hari biasa," kata Mangahit.

Pedagang sayur di Pasar Bogor, Yayat (45) mengakui mendapat pasokan sayur dari Cianjur, Kabupaten Bogor, Subang, dan beberapa daerah lainnya. Ada pula pasokan sayur dari wilayah Jawa Tengah. "Biasanya itu yang sulit pasokannya karena banjir," tambah Yayat.

Selain sayuran tersebut, menurut Yayat, harga kebutuhan pokok lainnya juga mulai mengalami kenaikan, seperti telur dan daging ayam. Sementara harga daging sapi tetap stabil pada kisaran Rp 95.000 ke atas. (wid/den)

.