Rupiah Loyo, Ribuan Pekerja Terancam PHK

©net
Ilustrasi.

Transbogor.co- Berjayanya dolar atas rupiah menguatkan tanda semakin melemahnya ekonomi global di dalam negeri. Dampak dari kelesuan tersebut juga berbuntut ribuan buruh bakal kehilangan pekerjaan. Pasalnya, banyak pengusaha yang merasa sudah kewalahan dengan biaya operasional dan produksi perusahaan. Salah satunya di Kota Cimahi.

Hal itu diakui Kepala Dinas  Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Kota Cimahi Benny Bachtiar. Menurutnya, terdapat lima perusahaan tekstil yang berencana merumahkan 5000 pekerjanya.

"Alasan merumahkan pekerjanya itu karena ingin memindahkan tempat usahanya dari Cimahi ke daerah timur seperti Majalengka dan sejumlah daerah di Jawa Tengah," bukas Benny, baru-baru ini.

Upaya pencegahan pun sudah dilakukan. Disnakersostrans Cimahi sudah melakukan komunikasi agar kelima perusahaan tersebut untuk mengurungkan niatnya tersebut.

“Kita sudah minta agar tidak sampai mengambil keputusan merumahkan pekerjanya,” imbuhnya.     

Terpisah, pemutusan hubungan kerja terhadap ratusan karyawan juga akan terjadi di Kabupaten Bandung.  

“Ada sekitar 500 orang pekerja di wilayah Kabupaten Bandung dirumahkan,”tutur Ketua Serikat pekerja Nasional (SPN) Kabupaten Bandung, Ade Suryatna.

Kebanyakan pekerja yang bakal dirumahkan, sambungnya, merupakan tenaga-tenaga kerja kontrak di wilayah Majalaya, Katapang dan Cicalengka.

“Perusahaan yang terpaksa merumahkan sebagian pekerjanya bergerak di bidang tekstil atau padat karya, karena bahan baku didapat dari import, sehingga melonjaknya dolar amerika berpengaruh besar terhadap biaya produksi perusahaan.

 

Sumber : Dikutip dari berbagai sumber

Editor : Eko

 

.