Dollar Berjaya, UMKM Perkasa?

©lensaindonesia.com
JAYA : Penggiat UMKM disinyalir banyak yang tidak terkena dampak menguatnhya dollar.

Transbogor.co- Belum stabilnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tidak ikut berdampak terhadap usaha Kecil mikro dan Menengah (UMKM). Pasalnya, pelaku usaha mikro tidak ketergantungan dengan nilai tukar mata uang asing lantaran  menggunakan bahan produksi dari lokal serta dipasarkan didalam negeri.  

"Meskipun kurs dolar tidak menentu dan cenderung terus naik, namun usaha mikro terus menggeliat. Artinya kegiatan usaha mikro tetap berjalan baik karena bahan-bahan yang digunakan berasal dari dalam negeri," kata Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) Ikhsan Ingratubun, baru-baru ini.

Tapi, ujarnya meluruskan, tidak semua penggiat UMKM tidak terkena imbas melemahnya rupiah. Dia memberi contoh pelaku usaha bengkel. Sebab, suku cadang harus impor dari luar negeri.

“Jadi, otomatis hal tersebut berpengaruh," terangnya.

Pada bagian lain, tidak berdampaknya UMKM terhadap melemahnya rupiah juga disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo

"Dengan melambungnya nilai dolar, maka harga produk-produk luar negeri semakin tidak terbeli masyarakat dan ini saatnya 'menggelindingkan' UMKM," ucapnya.

Terkait dengan upaya pemberdayaan tersebut, para pelaku UMKM di Jateng didorong untuk memanfaatkan ruang digital atau secara "online" dalam memasarkan berbagai produknya.

"Produk-produk yang nanti akan ditampilkan bisa difoto satu per satu, 'di-upload' sebanyak-banyaknya, diberi keterangan produknya seperti apa, membelinya ke mana, harganya berapa, dan sebagainya," pungkasnya.

 

Sumber : dari berbagai sumber

Editor    :  eko     

.