Ini Tips Kanitlantas Polsek Ciawi Tangani Macet

©Transbogor.co/ Erick

Transbogor.co- Sebagai daerah perlintasan dan barang yang amat strategis, arus lalulintas simpang Ciawi, Kabupaten Bogor tentu saja memiliki kompleksitas tersendiri dalam penanganannya. Pemandangan ribuan kendaraan roda dua roda empat, terutama pada saat akhir pekan yang tumpah ruah melintasi jalur ini tentu saja memerlukan perhatian ekstra dari para petugas pengatur lalulintas di kawasan tersebut.

Sebagai orang yang paling bertanggung jawab terhadap segala permasalahan lalulintas di wilayah kepolisian Polsek Ciawi, Kepala Unit Lalulintas (Kanit Lantas) AKP Taryana, tentu saja terkadang harus menghadapi kondisi yang tidak mudah. Namun sebagai abdi Bhayangkara, dia mengatakan dirinya harus selalu siap sedia mengemban tugas sesuai arahan yang disampaikan oleh pimpinan kepadanya, dan untuk terus melayani masyarakat tanpa kecuali.

Bicara tekanan pekerjaan, pria 51 tahun yang telah 31 tahun mengabdi di POLRI ini mengaku selalu ada sepanjang bertugas, namun dia menghadapinya dengan enjoy. Keikhlasan diri dalam bekerja, kata dia, adalah kunci untuk mengurangi tekanan pekerjaan. “Tekanan pekerjaan selalu ada, tapi saya enjoy saja, ikhlas saja menghadapinya,” kata dia.

Ditanya mengenai suka dukanya mengurus lalulintas di Ciawi yang dikenal selalu padat, Taryana dengan gamblang menjelaskan bahwa dirinya lebih banyak merasakan suka dibandingkan dukanya.

“Kita sama-sama tahu kawasan ini merupakan daerah lintasan sangat padat, ke kiri tempat wisata, lurus ada banyak pabrik dengan kendaraan besar yang setiap hari melintas, yang cukup memusingkan adalah jika terjadi truk mogok atau patah as, karena kemudian arus menjadi tersendat, namun itu kan tidak setiap hari terjadi. Sukanya, masyarakat disini beragam, dan saya bergaul dengan mereka semua untuk melakukan pendekatan-pendekatan sebagai salah satu amanat juga untuk terus membangun kesadaran masyarakat dalam berlalulintas,” ungkapnya.

Terkait upaya mengurangi kepadatan lalulintas di wilayahnya, pria yang memiliki filosofi hidup “Bisa Merasa, bukan Merasa Bisa” ini menuturkan beberapa program ke depan yang sudah disiapkan POLRI bersama para Stake Holder (Pemangku kepentingan-Red) yang sudah melalui berbagai kajian akademis. Salah satunya kata dia adalah pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di depan Pasar Ciawi. “JPO ini, akan mampu mengurangi sendatan arus, sebab warga yang menyebrang juga salah satu faktor terjadinya sendatan. Lainnya lagi adalah pemasangan pagar untuk menggantikan Guard Reel yang saat ini terpasang. Pagar bisa mencegah kendaraan melakukan lambungan,” tukasnya.

Dalam perbincangan santai yang dilakukan di Pos Polisi Ciawi itu ia mengatakan, salah satu cara yang dipilihnya untuk sejenak keluar dari tekanan adalah dengan melakukan hobinya bermain badminton bersama para kolega. “Ya, kalau kebetulan ada waktu luang, minimal seminggu sekali saya bermain badminton dengan rekan-rekan, itu salah satu cara saya untuk tetap enjoy,” pungkasnya.

 

Reporter : Erick Prayoga

Editor     : Arief Pramana

.