Parkir Liar Mayor Oking Kembali Marak

  foto:Dok

Bogor, Trans Bogor
Keseriusan Pemkot Bogor dalam menata kawasan Mayor Oking dipertanyakan. Sebab, setelah sempat dibersihkan dari Pedagang Kaki Lima (PKL) dan parkir liar pada November lalu, kawasan ini kembali dipenuhi parkir mobil liar.

Akibatnya, bukan hanya mengganggu arus lalu lintas, pengguna jalan di kawasan ini pun ikut terganggu karena akses jalannya dipenuhi mobil. Di antara mobil yang parkir, terdapat tulisan yang cukup besar dalam spanduk jika wilayah itu tidak boleh digunakan untuk parkir maupun berdagang.

Rambu larangan parkir yang terpasang di sepanjang jalan pun tidak dihiraukan oleh pemilik kendaraan. Tak hanya parkir, PKL pun dibiarkan terus menjamur di kawasan tersebut. Bahkan, kehadiran sejumlah anggota Satpol PP pun tidak mereka hiraukan.

"Ya, seperti biasalah. Cuma wacana doang. Mau ditata katanya. Tapi, lihat saja, malah penuh dengan parkir mobil lagi. Pemkot Bogor juga kayak yang menutup mata," kata salah seorang pengguna jalan, Haris (36), Jumat (24/1).

Kondisi ini membuat Haris dan warga lainnya mempertanyakan keseriusan Pemkot Bogor dalam menata kawasan tersebut. "Tidak tahu kenapa tidak diusir oleh petugas, padahal sebelumnya kawasan ini sempat ditertibkan oleh pemerintah setempat," keluhnya.

Sejumlah anggota Satpol PP yang berada di lokasi yang ditanyai soal maraknya parkir liar mengaku tidak bisa berbicara apapun. Sebab, masalah parkir bukan kewenangan Satpol PP. "Kami hanya berwenang pada PKL, kalau yang parkir, bukan kewenangan kami. Itu kewenangan DLLAJ," ujar salah seorang anggota Satpol PP Kota Bogor.

Dinas Lalu Lintas Angkutan dan Jalan Kota Bogor melalui Kepala Seksi Perparkiran yang hendak dikonfirmasi juga sulit ditemui dan dihubungi sejumlah wartawan. Ketika didatangi di kantornya, sejumlah staf mengatakan pejabat yang berwenang sedang tidak ada di tempat karena berada di lapangan. (wid/den)

.