Ciawi Kekeringan, Pelanggan PDAM Tirta Kahuripan Menjerit

©nur

Transbogor.co-Warga di sejumlah desa di Kecamatan Ciawi, dipaksa mengambil air yang kondisinya kurang layak di konsumsi untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Pasalnya, air dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Bogor tersebut tidak mengalir ke pelanggan.

Salah seorang pelanggan yang namanya enggan dipublish di Kampung Seuseupan, RT 01/01, Desa Banjarwaru, Kecamatan Ciawi mengeluhkan dengan kondisi jaringan PDAM Tirta Kahuripan yang sudah satu minggu lebih tidak menyuplai ke rumah warga.

 "Kami terpaksa mengambil air untuk kebutuhan mandi, cuci dan kakus (MCK) dengan kondisi kurang layak, yakni di aliran kali kecil di kampung kami," katanya.

Menurutnya, kondisi ini sudah pernah disampaikan warga yang ada di RT 01 dan 02 di RW 01 kepihak PDAM Tirta Kahuripan Cabang Regional X. Saat didatangi ke kantor cabang, terhambatnya air yang mengaliiri ke ratusan rumah warga itu akibat adanya perbaikan pipa.

 "Alasannya sih sedang ada perbaikan pipa, jadi distribusi air ke rumah kami dan warga Seuseupan terhambat," jelas dia.

Sementara, kekeringan juga terjadi di Komplek Pemerintahan Kecamatan Ciawi, dari sekian banyak kantor unit perwakilan dinas di Kabupaten Bogor, tidak ada satu pun kamar mandi teraliri air.

 "Semua kamar mandi di setiap kantor unit maupun kecamatan, tidak ada air. Malah di mushola pun tidak ada air sama sekali, jangankan untuk buang air besar, ambil wudhu pun susah sekali," cetus Daud, PNS di Komplek Kecamatan. (Rik/Rief)

.