Aliran Air Ditutup Proyek, Petani Merugi

©net

Transbogor.co- Lantaran saluran air untuk kebutuhan tani (sawah, dan kolam) ditutup pihak pelaksana proyek irigasi Palayangan. Warga dua desa yakni Desa Ciderum dan Ciherang Pondok, Kecamatan Caringin Kabaupaten Bogor geram.

Beni, warga Kampung Batu Kembar, RT 01/07, Desa Ciderum mengaku kesal dengan ulah pelaksana proyek irigasi. Pasalnya, akibat ditutupnya aliran irigasi yang mengaliri ke lokasi kolam dan dan pemilik sawah di dua desa yang terkena imbas dirugikan.

 "Gara-gara tidak terpasok air, ikan di kolam saya pada mati. Padahal sebentar lagi mau panen. Yang lain juga seperti yang punya sawah merasakan hal ysng sama dampak ditutupnya aliran sama pemborong," katanya dengan intonasi tinggi. .

Adanya keluhan warga yang sering mendatangi kantor desa, terkait penutupan irigasi membuat dua kepala desa gerah. Buntutnya, baik Kepala Desa Ciderum maupun Desa Ciherang Pondok, mendatangi lokasi proyek.

 "Memang benar, saat kami mendatangi ke lokasi proyek, air yang mengaliri ke warga Ciderum dan Ciherang Pondok ditutup total," jelas Asep Hudri, Kepala Desa Ciderum.

Asep Hudri minta agar dalam pelaksanaannya pihak pemborong berlaku bijak dengan tidak menutup air irigasi ke dua wilayah itu. Sehingga, pasokan air untuk kepentingan area sawah dan kolam ikan tidak terganggu.

 "Saya kuatir warga yang merasa dirugikan benar-benar datang dan melakukan tindakan anarkis," singkat Aldi Wiharsa, Kepala Desa Ciherang Pondok.  (Rik/Rief)

.