Kota Bogor Raih Penghargaan Penyalur Raskin Terbaik

  foto:Dok

Bogor, Trans Bogor

Kota Bogor mendapatkan penghargaan dari Gubernur Jawa Barat untuk kinerja penyaluran raskin terbaik di tahun 2013. Namun di lapangan, penyaluran raskin ternyata tidak begitu tepat sasaran. Bahkan, sejumlah masyarakat yang mampu pun berebut raskin karena harganya murah.

Sekda Kota Bogor Ade Sarif Hidayat, Jumat (24/1) lalu mengatakan penghargaan ini diberikan karena Kota Bogor dinilai terbaik dalam kinerja penyaluran raskin ke rumah tangga sasaran. "Jadi, yang dinilai Pemprov Jabar adalah kinerjanya dengan kriteria penilaian tepat jumlah dan tepat harga, " kata Ade.

Sebagai tindak lanjut dari penghargaan provinsi itu, Pemkot Bogor pun menyerahkan penghargaan kepada kecamatan dan kelurahan yang juga kinerjanya baik. "Ini tahun ke empat kita memberikan reward kepada kecamatan dan kelurahan terbaik dalam kinerja penyaluran raskin," ujar Ade.

Mengenai kriteria penilaian, Ade menjelaskan, tidak hanya sebatas pembayaran sebelum 31 Desember 2013. Tapi, dilakukan pengecekan langsung ke penerima manfaat di setiap kelurahan. Petugas akan mengecek langsung ke penerima manfaat sebanyak 10 orang setiap Kelurahan sebagai sampel.

Dalam pengecekan tersebut, kata Ade, Pemkot Bogor menanyakan kepada penerima raskin, berapa kilogram beras yang diterima, dan berapa harga per kilogramnya.  "Selanjutnya, kita konfirmasi ke setiap Kasie Kemasyarakatan di setiap Kelurahan," lanjutnya.

Kota Bogor sendiri dinilai layak menerima penghargaan, selain tepat waktu dalam penyalurannya yaitu 19 Desember 2013 juga lunas pembayaran sebelum tanggal 31 Desember 2013. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar.

Sementara itu dari 6 kecamatan di Kota Bogor yang memperoleh reward, terbaik pertama diraih Kecamatan Bogor Tengah, Kedua dan Ketiga Kecamatan Bogor Selatan dan Kecamatan Bogor Barat. Sedangkan untuk Kelurahan, terbaik pertama  diraih Kelurahan Ciparigi, terbaik kedua dan ketiga diraih Kelurahan Katulampa dan Kayumanis.

Menurut  pantauan Trans Bogor sejumlah keluarga yang dinilai mampu pun ikut berebut raskin karena harganya murah. Tinah (56) misalnya. Dia memiliki rumah berlantai dua dengan tiga buah buah kendaraan di rumahnya. Dia pun hidup serba kecukupan. Namun, setiap bulan dia menerima jatah raskin. "Harganya murah, kualitas lumayan. Kenapa enggak dimanfaatkan," ujar Tinah. (bgj/den)

.