Iiihhhh, di Kemang Banyak Bangli, Satpol PP Kemana !!!!

©nur

Transbogor.co- Keberadaan Bangunan Liar (Bangli) di sepanjang Jalan Raya Kemang-Salabenda Kecamatan Kemang,Kabupaten Bogor, menuai kritik dari sejumlah kalangan. Selain dianggap melanggar aturan karena berdiri diatas sempadan jalan, bangunan semi permanen yang terbuat dari seng dan papan itu, juga sudah merusak keindahan tatanan kota.

Menurut Kepala Desa Jampang, Wawan Hermawan, keberadaan bangli di sepanjang jalan Raya Kemang-Salabenda,petugas satuan Penegak Perda Kabupaten Bogor tidak bisa berbuat banyak terhadap Bangli di wilayahnya. Selain membuat kumuh keberadaan bangli pun terus menjadi perhatian masyarakat,

“Seharusnya segera diatasi bangle yang merusak keindahan kota, apalagi bisa hak pengguna jalan dirampas" Ujar Wawan Kepada Transbogor.com (02/09/2015 )

Tak hanya itu Keberadaan Bangli  di wilayah Desa Jampang merupakan bangunan yang sudah lama berdiri di lahan milik pemkab.Bogor , anehnya lagi sampai saat ini keberadaan bangli tersebut tidak pernah tersentuh oleh petugas Sat Pol-PP, meski katanya Unit Pol-PP Kecamatan sudah melaporkan ke Sat Pol PP Kabupaten Bogor, namun hingga kini belum ada penertiban.

“Kita sebagai pemerintah Desa sudah mengajukan kepada kecamatan agar bangle dijalan raya Kemang itu segera ditertibkan, semuanya tinggal kembali kepada penegak perdanya,”Aku dia

Lebih lanjut wawan menambahkan, puluhan bangli tersebut dengan jelas berada di areal tanah Negara. Dari belakang posisinya berada di areal saluran irigasi, sedangkan dari depan terkena melanggar. Garis Sepadan Jalan ( GSJ ).Meski begitu, keberadaanya tetap tak tersentuh.

Menurut Wawan teguran dari Pemerintah Desa kerap kali dilakukan, karena tak memiliki kewenangan pihak desa  untuk melakukan pembongkaran, maka Pemdes meminta satuan Penegak Perda Kabupaten Bogor untuk melakukan langkah nyata agar bangli-bangli tersebut.

“Saya meminta Pol-PP Kabupaten Bogor untuk bertindak tegas terhadap Bangli di sepanjang jalan raya Kemang,” tambahnya.

Sementara itu, Camat Kemang Wahyu Hadi Setiono mengatakan, Pemerintah Kecamatan sudah melakukan tugasnya sesuai tugas pokok dan fungsinya (tupoksi), dan pelaporan pun sduah beberapa kali dilayangkan kepada dinas terkait.

“Jadi, jika hari ini belum ada tindakan terhadap keberadaan Bangli tersebut, coba tanya kepada dinas terkait karena kewenangan ada di sana,pihaknya tidak pernah merekomendasikan adanya Bangli tersebut. bangunan liar tersebut telah ada sejak dirinya belum menjabat camat," kilahnya. (Nda/Rief)

.