8 Maskapai Dibekukan Kemenhub

©net
ilustrasi

Transbogor.co- Izin delapan maskapai penerbangan dibekukan Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Pembekuan ini dilakukan lantaran beberapa maskapai tersebut dianggap tidak memenuhi persyaratan. Diantaranya, tidak bisa memenuhi jumlah kepemilikan pesawat. Demikian Direktur Jenderal Perhubungan Udara (Dirjen Hubud), Suprasetyo.

"Bahwa sampai dengan tanggal 31 Agustus 2015, beberapa airline (maskapai penerbangan) belum memenuhi ketentuan yang dipersyaratkan dalam pemenuhan kepemilikan pesawat dan penguasaan pesawat," katanya saat jumpa pers di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (3/9/2015).

Disampaikan, kebijakan pembekuan tersbeut hanya bersifat sementara.

"Sehubungan dengan hal tersebut, Kemenhub akan membekukan surat izin angkutan udara yang terjadwal maupun tak terjadwal. Pembekuan ini akan dimulai pada 1 Oktober sampai 31 Oktober 2015," katanya.

Kemenhub memberikan kesempatan kepada maskapai untuk memenuhi syarat tersebut sampai 31 Oktober 2015. Jika sampai batas waktu itu semua syarat belum terpenuhi, maka surat izin terbangnya menjadi tidak berlaku.

Sesuai pasal 118 ayat 1 butir b UU nomor 1 tahun 2009 jumlah kepemilikan pesawat untuk badan angkutan udara niaga terjadwal harus memiliki minimal 5 pesawat dan menguasai 5 pesawat. Kalau tidak memiliki itu, maka tidak memenuhi UU.

"Kalau dibekukan tidak boleh operasional. Sekarang mereka masih beroperasi. Kalau saat pembekuan 1-30 Oktober juga tidak‎ ada, maka surat izin akan dicabut," jelasnya. (det/ek)

 

Berikut daftar maskapai yang dibekukan :

 

AOC 121

1. PT Indonesia AirAsia Extra

Jenis kegiatan: Angkutan niaga terjadwal

Sampai dengan saat ini baru menguasai 5 pesawat

 

2. PT Transnusa Aviation Mandiri

Terjadwal dan tak terjadwal

5 pesawat‎ dimiliki 5 pesawat dikuasai

 

3. PT Myindo Airlines

Terjadwal kargo

1 pesawat‎ dimiliki dan 1 pesawat dikuasai

 

4. PT Jayawijaya Dirgantara

Tidak terjadwal

2 pesawat dimiliki

 

5. PT Avia Star Mandiri

Terjadwal dan tidak terjadwal

9 pesawat‎ dimiliki dan 1 dikuasai

 

6. Tri IMG Intra Asia

Terjadwal kargo dan tidak terjadwal

2 pesawat‎ dimiliki dan 2 dikuasai

 

Aoc 135

1. PT Asian One Air

Tak terjadwal

1 pesawat dimiliki dan 1 dikuasai

 

2. Matthew Air Nusantara

Tak terjadwal

2 pesawat dimiliki

.