Hebat!, DPR 'Plesiran' Saat Dolar Menguat

©net
ilustrasi

Transbogor.co- Fitra temukan dugaan penggelembungan anggaran saat delegasi pimpinan DPR berkunjung ke Amerika dari 31 Agustus-12 September 2015. Duit negara yang digunakan sejumlah politisi yang kerap mengatasnamakan rakyat ini besarannya mencapai Rp 4,6 miliar. Itu pun, menurut Fitram masih tidak ada transparansi.    

"Berdasarkan penelusuran FITRA rincian biaya ke AS tidak transparan. Tidak dijelaskan secara transparan ke publik oleh Sekjen DPR. Jika mengacu pada tahun sebelumnya, perjalanan ke London anggaran mencapai hingga mencapai di atas 15 miliar rupiah," kata koordinator bidang advokasi FITRA Apung Widadi dalam siaran pers, Jumat (4/9/2015).

Untuk itu, FITRA membut kajian riil terkait perjalanan dinas ke AS berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan 53/PMK.02/2014 tentang Standar Tentang Biaya Masukan 2015 (termasuk biaya tiket, uang saku dan hotel perjalanan dinas). Acara jalan-jalan para wakil rakyat ke AS ini terbilang luar biasa. Betapa tidak, saat dolar menguat dan rupiah melemah, sejumlah anggota DPR ini melah tutup mata dan menikmati acara melancong ke negeri Paman Sam.       

Berikut data temuan ditemukan FITRA:

1. Biaya Pesawat ke AS 14.428 USD satu perjalanan.

2. Uang Harian 527 USD per anggota DPR

3. Hotel @ 1.312,02 USD per malam

"Maka Jumlah Anggaran untuk 9 orang ke AS selama 12 hari Rp 4.631.428.800 (asumsi paket hemat sesuai aturan PMK). Kami menduga, diperkirakan anggaran lebih besar bisa lebih Rp 10 miliar dengan asumsi berbagai tunjangan," kata Apung.

Apung menyimpulkan anggaran biaya perjalanan dinas DPR ke AS tidak transparan dan berpotensi ada mark up karena sistem lumsum. Kehadiran pimpinan DPR di arena kampanye bakal capres Donald Trump pun dikritik.

"Agenda kunjungan ke AS tidak jelas, bahkan foto-foto dengan politikus AS justru membuat rakyat Indonesia malu. Ini bentuk pemborosan keuangan negara. Sepulang dari AS, FITRA akan menagih akuntabilitas biaya perjalanan dinas ini," pungkasnya. (det/ek)

.