Asyik, Pentolan KMP 'Liburan' ke Amerika

©liputan6.com
PENTOLAN : Elit KMP, Fadli Zon (kiri) dan Setya Novanto (kanan) yang kerap bersuara kritis di DPR ternyata doyan jalan-jalan ke Amerika saat dolar menguat dan rupiah terpuruk.

Transbogor.co.id- Ternyata wakil rakyat yang suka berteriak atasnama rakyat tidak memiliki rasa penderitaan rakyat. Betapa tidak, saat rupiah melemah dan dolar menguat, juga ketika Indonesia tengah memasuki masa krisis ekonomi, para wakil rakyat di Senayan malah plesiran ke Amerika Serikat (AS). Ironisnya, hal itu dilakukan para politisi pentolan Koalisi Merah Putih (KMP) di DPR.

Mereka yang ketahuan ‘berlibur’ ke negeri Paman Sam itu diantarnya Ketua dan Wakil Ketua DPR, Setya Novanto dan Fadli Zon, dan lainnya. Kedatangan mereka jelas menggunakan anggaran Negara dan untuk menghadiri kampanye salah satu kandidad Presiden AS, Donald Trump.

Kecaman keras yang ditujukan politisi KMP itu datang dari Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak. Kata Dahril, apa yang dilakukan Setya Novanto dan rombongan di AS telah mempermalukan seluruh rakyat Indonesia.

"Rombongan Setya Novanto dan Fadli Zon, secara sadar bagi saya telah mempermalukan 250 juta rakyat Indonesia, dengan hadir di acara Donald (Calon Presiden AS Donald Trump, red) tersebut," kata Dahnil, melalui pesan singkat kepada wartawan di Jakarta, baru-baru ini.

Menurutnya, mereka ke AS sebagai pejabat negara, tetapi justru tampil dan digunakan oleh Trump sebagai materi kampanye. Ya, dalam momen itu, saat Trump berbicara di depan pendukungnya. Ia sempat memperkenalkan tamunya Setya Novanto, Ketua DPR RI.

"Saya kira Setya dan Fadli Zon serta yang lainnya harus meminta maaf kepada rakyat Indonesia atas tindakan mereka tersebut, dan badan kehormatan DPR harus memberikan sanksi kepada mereka, karena telah melanggar etika pergaulan internasional," tegas Dahnil.

 

Habiskan Anggaran Rp4,6 M

 

Dalam kunjungannya ke AS itu, kabarnya Novanto dan rombongan menghabiskan anggaran negara sebesar Rp4,6 miliar.

Seharian ini kunker ala politikus Golkar itu jadi sorotan karena foto Novanto muncul di berbagai media sosial sedang berdiri di belakang Trump yang sedang berbicara di depan pendukungnya. Selain Novanto, ada juga Wakil Ketua DPR Fadli Zon, dan Ketua BURT DPR Roem Kono, dalam momen itu.

Kritik keras juga datang dari Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA). Organisasi ini merilis data bahwa kunker rombongan pimpinan DPR yang diwarnai aksi foto selfie dengan Trump ini diduga menghabiskan biaya hingga Rp4,6 miliar.

"Kunjungan Ketua DPR dan Perilaku ’Memalukan’ ke AS boroskan uang negara 4,8 M. Pimpinan DPR dan rombongan saat ini sedang di AS dan menghadiri acara partai republik," kata Yenny Sucipto, Jumat (4/9/2015).

Tahun 2015 ini, sebut FITRA, anggaran perjalanan dinas DPR cukup tinggi.

 

Rinciannya:

 

1. Anggaran Perjalan Dinas Pelaksanaan Fungsi Legislasi : Rp123.887.811.0002. Anggaran Perjalanan Dinas Pelaksanaan Fungsi Anggaran Rp16.457.442.000

3. Anggaran Perjalanan Dinas Pelaksanaan Fungsi Pengawasan Rp139.955.867.000

 

"Berdasarkan penelusuran FITRA rincian biaya ke AS tidak transparan. Tidak dijelaskan secara transparan ke publik oleh Sekjen DPR. Jika mengacu pada tahun sebelumnya, perjalanan ke London anggarannya mencapai di atas Rp15 miliar," jelasnya.

Hasil kajian riil FITRA terkait perjalanan dinas ke AS berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan 53/PMK.02/2014 Standar Tentang Biaya Masukan 2015 (termasuk biaya tiket, uang saku dan hotel perjalanan dinas) ditemukan biaya dalam standar mata uang dolar dengan rincian Biaya Pesawat ke AS USD 14,428/ satu perjalanan, Uang Harian USD 527 /anggota DPR dan Hotel @ USD 1.312,02/malam.

Maka jumlah Anggaran untuk 9 orang rombongan ke AS selama 12 hari. Sebesar Rp. 4.631.428.800 (Asumsi paket Hemat Sesuai Aturan PMK). "Kami menduga, diperkirakan anggaran lebih besar bisa lebih 10 M dengan asumsi berbagai tunjangan," pungkas Yenny. (jp/de/ek)

.