Jokowi Tinjau Lahan Gambut Terbakar

┬ędetik.com
TINJAU : Presiden RI Jokowi bersama Panglima TNI, Gatot Nurmantyo; Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin; meninjau lokasi kebarakan lahan gambut di OKI, Sumsel.

Transjabar.co- Presiden RI Jokowi terjun langsung ke lokasi lahan gambut yang terbakar di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. OKI merupakan salah satu kabupaten penyumbang titik api (hot spot) tertinggi di Provinsi Sumatera Selatan setelah Musi Banyuasin (Muba).  Di sana, ada sekitar 50-an perusahaan perkebunan mulai dari sawit, karet, hingga HTI (Hutan Tanam Industri).

Areal lahan yang terbakar cukup luas, 1.000 hektare. Dan sekitar 200 ha adalah milik PT Tempirai. Sebuah, perkebunan kelapa sawit di kawasan Dusun Sepucuk, Desa Pulau Geronggang, Kecamatan Pedamaran Timur, Kabupaten OKI.

Jokowi melihat langsung kondisi kebakaran di sana. Tiba sekitar pukul 14.40 WIB, dia menerobos teriknya matahari. Dengan hanya menggunakan helm safety saat meninjau proyek infrastruktur Tol Palembang-Inderalaya di Ogan Ilir (OI), Jokowi berjalan menyusuri areal gambut yang terbakar.

Baru berhenti 200 meter dari tempat kedatangan. Ketika itu, Jokowi  berbincang dengan Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dan Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti. Sedangkan Gubernur Sumsel H Alex Noerdin yang mengenakan masker dan Bupati OKI Iskandar SE tidak terlibat dalam pembicaraan itu.

Begitu juga Kepala BNPB Syamsul Maarif, Sekretraris Jenderal Kementerian LH dan Kehutanan Bambang Hendryono, serta Menteri PU Basuki Hadimuljono berjalan lebih dulu. Saat menyusuri areal gambut yang terbakar, Jokowi dan rombongan menggunakan jalan yang biasa dipakai oleh tim pemadam gambut.

Asap terus mengepul dari gambut yang kedalamannya mencapai 5 meter itu. Jokowi mendatangi dan menyalami tim manggala agni. Juga satgas penanggulangan bencana asap OKI yang tengah bekerja memadamkan api.

Setelah peninjauan itu, Jokowi baru mendengarkan paparan langsung dari Bupati OKI terkait areal yang terbakar. Presiden mendapat penjelasan kalau PT Tempirai sudah berkali-kali diperingatkan pemerintah setempat agar bertanggung jawab menjaga lahannya jangan sampai terbakar.

“Lahan di sekitarnya saja itu, menjadi tanggung jawab perusahaan. Apalagi ini masuk dalam HGU-nya (PT Tempirai). Dan yang terbakar tidak sedikit,” kata Jokowi sedikit kesal.

Karenanya, Jokowi menginstruksikan agar izin PT Tempirai dicabut. “Sudah saya sampaikan ke Kemenhut, kalau iya (lalai), cabut...cabut,” ujar Presiden. Hak Guna Usaha PT Tempirai di Desa Pulau Geronggang seluas 7.200 ha. Hanya saja, baru 3.000 ha yang diusahakan.

Di lokasi 200 ha gambut yang terbakar sekarang ini, dipastikan tiap musim kemarau selalu jadi masalah. Pendek kata, menjadi penyumbang asap di Sumsel. “Sanksi tegas harus diberikan. Untuk kelalainnya ini, izin PT Tempirai bisa dicabut. Sudah keterlaluan. Hal ini harus menjadi perhatian bagi perusahaan lain. Jangan sampai terjadi lagi kebakaran.”

Jokowi juga akan memidana perusahaan yang terbukti sengaja membakar hutan dan lahan. “Sudah saya perintahkan ke Kapolri untuk menindak setegas-tegasnya, sekeras-kerasnya untuk perusahaan yang tidak mematuhi.”

Lanjut Jokowi, perusahaan yang memiliki kepentingan di hutan harus bertanggung jawab menjaga hutan. “Sebetulnya juga harus bertanggung jawab terhadap kanan kirinya, terhadap hak yang sudah kita berikan kepada mereka,” ungkapnya.

Jokowi mengaku dirinya sengaja memilih Kabupaten OKI karena di Sumsel, daerah itu termasuk yang banyak titik api. Diketahui, dari 6 provinsi yang terjadi kebakaran lahan, Sumsel termasuk yang tertinggi. Kabupaten OKI penyumbang terbesar. (su/ek)

.