Birokrasi Lelet Bakal Dipercepat

©net
Rizal Ramli

Transbogor.co- Proyek listrik 35 ribu megawatt menjadi target pemerintah, meski akhirnya harus dikurangi 16 ribu megawatt. Guna mencapai target, sejumlah strategi telah dirancang Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman Rizal Ramli. Diantaranya, menenangkan investor ataupun pemerintah daerah agar tidak takut terkait hukum. Langkah itu dibantu Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Pihaknya akan menyerderhanakan peraturan yang selama ini dirasa menimbulkan kekhawatiran.

"Sebelumnya Pak Kapolri Badrodin Haiti ada kesepakatan, kalau hanya kesalahan administrasi agar tidak diproses hukum. Tapi kalau pidana untuk memperkaya diri sendiri, kami akan proses di kepolisian," ujar Rizal di Gedung BPPT, Jakarta, baru-baru ini.

Selanjutnya, Rizal juga akan membabat proses negosiasi yang lambat. Karena, proses negosiasi proyek listrik sebelumnya membutuhkan waktu yang sangat lama, yakni sekitar tiga tahun. Untuk itu Rizal akan mempermudah proses birokrasi dan negosiasi yang menghambat proyek infrastruktur pemerintah, khususnya listrik.

Kemudian, kemudahan dan mempercepat proses pembebasan tanah dan lahan, juga akan dilakukan. Keempat, penentuan harga yang sesuai, sebab harga akan sangat menentukan ketertarikan investor dalam proyek tersebut.

Terakhir, pemberian garansi agar proyek listrik yang digagas pemerintah bisa menarik bagi investor. Bahkan, Rizal mengusulkan agar ada kebijakan garansi dari negara asal investor.  "Jadi kami akan minta listrik yang besar-besar, yang kasih garansi ya negara mereka," kata Rizal. (rap/ek)

.