Warga Cilebut Timur 'Darurat' Air Bersih

  Â©fery
Para ibu di Jambudipa, Cilebut Timur, terpaksa harus mengantri mengambil air menggunakan dirigen setiap jelang senja di aliran Sungai Ciliwung lantaran sumur mereka yang sudah kering.

Transbogor.co- Musim kemarau berkepanjangan membuat sumur warga Desa Jambu Dipa, Cilebut Timur, Kabupaten Bogor, kering. Warga pun merasakan kesulitan air bersih.     

"Sumurnya pada kering.Percuma dibor lagi, airnya gak keluar," kata Jaya, seorang warga kepada transbogor.co, Selasa (8/9/2015).

Guna memenuhi kebutuhan air bersih seperti makan dan minum, beberapa warga terpaksa membeli air isi ulang. Hesti (32), warga RT 02/RW 08 mengatakan, setiap hari dirinya harus membeli satu galon air isi ulang seharga Rp 5.000.

"Anak saya banyak, air galon untuk minum dan masak aja. Kadang bisa dua galon kalau udaranya panas," ujarnya.

Sementara untuk mandi dan cuci, warga memanfaatkan aliran air Sungai Ciliwung dengan menggunakan galon air isi ulang atau pun dirijen.

"Kalau malam, makin banyak warga yang datang ke sini pak ambil air," lanjut Jaya.

Hingga kini, belum ada bantuan air bersih baik dari pemerintah kecamatan maupun Kabupaten Bogor. "Saya tidak tahu deh. Tapi kayaknya, belum ada sih. Kalau ada, pasti saya tahu dong,” pungkasnya. (fery)

.