500 Pelanggar Lalin Terjaring Razia di Sentul

©Transbogor.co/Hendrik

Transbogor.co- Satuan Lalu lintas (Lantas) Polres Bogor menyatakan sebanyak 500 pengendara terjaring razia dalam dua hari ini saat Ops terpadu tertib administrasi kendaraan bermotor diwilayah Kabupaten Bogor Tahun Anggaran 2015, di Jalan Alternativ Sentul , Kandang Roda, Kelurahan Nanggewer, Kecamatan Cibinong. Jumat (11/09/2015)

Data yang dihimpun transbogor.co, kegiatan ops terpadu tertib administrasi kendaraan bermotor diwilayah Kabupaten Bogor Tahun Anggaran 2015 itu yang dilakukan oleh jajaran kepolisian Polres Bogor bersama Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Bogor selama dua hari ini berhasil menjaring sedikitnya 500 pengendara yang melanggar lalulintas yang mendominasi pengendara roda dua, hal tersebut dikatakan Kanit Turjawali Polres Bogor Inspektur Satu (Iptu) Anaga Budiharso kepada Transbogor.co.

"Kamis kemarin keseluruhan hasil razia sebanyak 350 kendaraan, ini hari (Red-Jumat) sekitar 150 lebih yang terjaring razia," Ujar dia.

Ia menambahkan, dari 500 pengendara sepeda motor tersebut, kebanyakan tidak mengenakan helm. Lalu diikuti dengan pengendara yang melawan arus di jalan raya, tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM), dan tidak bisa menunjukkan surat tanda nomor kendaraan (STNK). “Semua pelanggar langsung dikenakan tilang,” Ungkap dia.

Sementara Kepala Cabang Pajak Daerah Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Bogor. N Ida Hamidah, sejauh ini kita belum bisa memastikan kendaraan yang terjaring razia, yang mati Pajak, sebab belum direkap secara keseluruhan, karena masih dalam proses perkapan.

"Ada peningkatan pajak untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD), dari kendaraan yang mati pajak, saat terjaring razia ini, tentunya ini berdampak positif juga,"kata N Ida Hamidah, kepada transbogor.co.

Ditambahkannya, kita berharap dengan razia bersama Polres Bogor ini peningkatan PAD dari sektor Pajak kendaraan dapat lebih meningkat, sebab dengan ini masyarakat akan lebih sadar dalam membayar pajak.

Terpisah Rahmat (30), warga Babakan Madang, yang terjaring oprasi pajak kendaraannya yang belum diperpanjang, saat dimintai komentarnya mengatakan, keterlambatan dalam membayar pajak ini dikarenakan waktu yang tidak sempat, karena saya bekerja, sehingga terlambat.

"Saat ditilang ini saya langsung bayar ditempat, kebetulan saya membawa uang,"singkatnya.(Hen/Rief)

.