Peta Cawabup Berubah, Sakitnya tuh Disini!

  Ā©Transbogor
Ade Sanjaya

Transbogor.co- Peraturan DPRD Nomor 1 tahun 2014 dan hasil rumusan Tatib Penetapan Wakil Bupati Bogor mentah. Regulasi soal wabup itu terpaksa harus dilakukan revisi ulang karena hadirnya keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 8 tahun 2014 tentang calon kepala daerah yang harus mundur dari jabatannya sebagai wakil rakyat. Tak pelak, konstalasi bursa wabup pun kembali menghangat.     

"Dengan adanya putusan itu, mau tak mau Tatib Wabup juga harus dirubah," kata Wakil Ketua Demokrat, Ade Sanjaya kepada Trans Bogor, Selasa (14/9/2015).

Ade menuturkan dengan adanya perubahan ini, bukan tidak mungkin penetapan pendamping Nurhayanti juga akan kembali molor.

"Pastinya, karena tatibnya harus dirubah dan diperiksa kembali oleh gubernur karena dalam tatib yang sudah dirumuskan tak ada klausul soal calon harus mundur dari jabatannya sekarang," paparnya.

Kendati begitu, ia menegaskan, DPRD akan secepatnya merumuskan perubahan ini agar posisi wabup segera terisi.

"Memang ada kemungkinan kita juga akan konsultasi juga ke Kemendagri, Depdagri, DPR RI dan dewan provinsi sehingga waktunya akan lama lagi. Tapi intinya kita juga sama dengan masyarakat, ingin cepat selesai karena kasian juga Bupati kerja sendiri," tandas Ade.

Pada bagian lain, anggota dewan dari fraksi berbeda yang minta tidak disebutkan namanya berkomentar, peta politik Kabupateb Bogor terkait bursa wabup bakal berubah. Pasalnya, ada beberapa nama cawabup yang berasal dari dewan.

“Nah, dengan adanya keputusan MK yang baru, pasti akan berpikir ulang maju secagai calon wabup. Kan mana ada yang mau meninggalkan jabatannya. Kalau sudah begini, sakitnya tuh disini,” sentilnya berseloroh.      

Sebelumnya, Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Ade Jaro Ruhandi memastikan jika pencalonan wabup akan segera dilakukan.

"Pekan depan, setelah tatib jadi lembaran daerah, ketua parpol akan berembuk untuk memutuskan," sebutnya. (rifan/eko)

.