Aksi 'Gali Lubang Tutup Lubang' Ancam Antam

©
Kapolres Bogor AKBP Suyudi Ario Seto menujukan barang bukti yang digunakan gurandil di Halaman Mako Polres Bogor, Selasa (15/9/2015).

Transbogor.co- Direktur Utama PT Antam Pongkor, I Gede Gunawan mengungkapkan ulah penambang liar atau yang populer disebut gurandil oleh 22 tersangka di Desa  Bantar Karet, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor membuat negara merugi hingga Rp1 triliun. Pasalnya, aksi penambangan liar itu telah dilakukan bertahun-tahun.

"Dari hitung-hitungan kami, sekitar Rp 1 triliun. Dan, mungkin bisa lebih dari itu," tukas Gunawan saat diwawancarai Transbogor.co, Selasa (15/10/2015).

Nilai itu didasari hasil produksi Antam selama setahun.

"Jelasnya, produksi emas antan setahun 1.4-1.6  ton setahun. Mungkin mereka bisa lebih dari itu," terangnya.

Sebagai pucuk pimpinan Antam, pihaknya sudah mendapat informasi ada dugaan orang dalam ikut bermain, berikut juga identitas penadah sudah dikenali. Gunawan juga menyebut, lokasi penambang liar bukan lubang baru.

"Mereka buat lubang sendiri, bukan dari lubag dari milik kami. Lubang milik kami dari dulu hanya enam lubang," jelasnya

Ditanya darimana gurandil itu masuk, Gunawan menjawab melalui lubang tikus.

"Padahal lubang tikus sudah berkali kali kami tutup. Tapi mereka selalu punya cara untuk membuka jalan tikus baru," bebernya sembari menerangkan hal itu yang menguatkan adanya dugaan orang dalam terlibat. (feri/ek)

.