Komisi II Desak Dinkes dan Diskoperinda Bergerak

©net
ilustrasi

Transbogor.co – Pasca dilakukan razia Sat Narkoba Polres Bogor dan ditemukan banyak beredarnya obat kadaluarsa, DPRD Kabupaten Bogor mendesak Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperinda) untuk segera mengambil langkah pengecekan. Hal itu dinilai perlu, untuk mencegah obat-obatan yang tidak berizin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), maupun resep dokter, dijual di pasar bebas.      

"Kita minta dinas terkait segera melakukan pengecekan ke apotik-apotik yang ada di Bumi Tegar Beriman, karena sabab ini termasuk ilegal, seperti contohnya obat kuat buatan Cina,"kata Anggota Komisi II, Rifdian Suryadarma kepada Transbogor.co, Rabu (16/9/2015), di gedung dewan.
Politisi PPP itu mengingatkan, jangan sampai ada pembiaran oleh dinas terkait. Sebab, sebelumnya Polres Bogor telah membuktikan melalui razia di lima apotek di wilayah Cibinong, banyak ditemukan obat dosis tinggi, kadaluwarsa, dan tidak sesuai standar BPOM.

“Setelah ditemukan banyak obat tidak memiliki resep dari dokter, apalagi tidak ada izin dari BPOM, ini tidak boleh dibiarkan. Jadi, ini perlu ditindaklanjuti,”tuturnya.

Rifdian juga mengapresiasi operasi yang dilakukan Polres Bogor belum lama ini.  
"Langkah Sat Narkoba Polres Bogor tentunya cukup baik melakukan pemeriksaan obat-obatan yang berdosis tinggi dijual dengan mudah begitu saja di apotik. Dan, ini harus lebih ditingkatkan lagi pengawasannya, oleh dinas-dinas terkait,"tutupnya. (hendrik/eko)

.