Tarif RSUD Bakal Disesuaikan

©net
ilustrasi

Transbogor.co – Komisi IV, DPRD Kabupaten Bogor tengah menggodok usulan pembentukan Peraturan Daerah (Perda) soal penyesuaian tarif pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) kelas III. Usulan ini sendiri diapungkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dalam rangka peningkatan pelayanan maksimal dibidang kesehatan.

"Tapi kita belum tahu konten dan substansinya. Karena itu, kita akan mengundang eksekutif dan seluruh RSUD untuk mengetahui landasan sosiologis, yuridis dan logisnya," kata Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, Wasto Sumarno kepada Transbogor, Rabu (16/9/2015).

Dikatakan Wasto, secara pribadi dirinya mendukung rencana ini sebagai bagian dari peningkatan mutu dan kualitas dibidang kesehatan kepada masyarakat.

"Kalau pun nantinya tarif naik, maka Puskesmas yang menjadi lembaga kesehatan terdekat di masyarakat harus gratis," paparnya.

Kendati begitu, ia juga mengakui jika hal ini baru sebatas usulan dan belum sepenuhnya disetujui jajaran Komisi IV.

"Jika komisi setuju, baru kita majukan menjadi Perda. Sekarang, draf usulan ini pun kita belum tahu," ungkapnya.

Soal tarif sendiri, Wasto mengatakan, meski ada beberapa operasional yang harus dibayar oleh RSUD, namun hal itu tidak bisa menjadi dasar bagi rumah sakit dibawah Pemkab Bogor itu untuk 'bersikap' profit oriented.

"Periode lalu baru naik. Saya melihat RSUD mengutamakan pelayanan, baik akses maupun keterjangkauan tarif oleh semua kalangan. Sekalipun BLUD. Jadi kita tidak menjadikan RSUD profit oriented, kalau mau ya ke rumah sakit," paparnya.

Sekedar diketahui, selain soal penyesuaian tarif, Komisi IV juga tengah merancang dan akan mengusulkan Raperda Perlindungan Jaminan Kesejahteraan Orang Miskin dan Anak Terlantar. (rifan/eko)

.