Ternyata, Fahri Hamzah Paling Kencang Teriak

  ©Transbogor
ilustrasi I eko

Transbogor.co- Penderitaan ekonomi rakyat miskin yang kini tengah dililit krisis, ternyata tidak ikut dirasakan politisi yang mengaku dirinya sebagai wakil rakyat. Buktinya, kendati mata uang rupiah kian hari terus melemah, tapi permintaan kenaikan tunjangan DPR malah kencang disuarakan di parlemen. Luar biasanya, ucapan paling lantang justru disampaikan politisi PKS yang juga Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah.

Saat wartawan ingatkan soal kondisi ekonomi bangsa yang tengah terpuruk, lagi-lagi politisi yang menyebut dirinya pejuang Koalisi Merah Putih (KMP) ini punya seribu alasan agar tunjangan anggota DPR naik. Sebagaimana dikutip dari merdeka,com, Fahri Hamzah menyebut kenaikan tunjangan bagi tiap Anggota DPR masih belum mencukupi untuk menopang kinerja tiap anggota.

"Menurut saya sangat kurang itu, karena tidak ada kebebasan. Kalau ada kebebasan kita tentu mampu lakukan pengawasan intensif. Misalnya kebakaran, kita tidak bisa ke sana tidak ada anggaran,"kata Fahri di Gedung DPR, Jakarta, baru-baru ini.

Dia beralasan mengenai tunjangan yang diperuntukkan untuk DPR dalam APBN tahun 2015 dari total keseluruhan anggaran sebesar Rp 2039,5 Triliun, anggaran tertinggi untuk DPR di APBN tahun 2015 hanya berjumlah sekitar Rp 4 triliun.

"Jadi presentasenya kira-kira 0,00191 persen, nah ini lah yang diributkan. Setiap hari, setiap kasus, soal tunjangan, soal parfum, soal kunjungan ke Amerika, itu lah yang 0,00191 persen itu," katanya.

Politisi PKS ini meminta kepada semua pihak untuk membandingkan tunjangan yang diberikan negara ke Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) yang kata dia, 'hanya' memiliki lima pimpinan namun diberikan tunjangan melimpah.

" KPK yang penyidiknya cuma 5 orang Rp 1 triliun. DPR 560 orang, DPD 132 orang ini dipilih oleh rakyat. Jadi kalau dipilih rakyat punya kewenangan lebih besar ini karena kedaulatan rakyat," kata Fahri. (mer/eko)

.