UPT Pendidikan Ogah Tanggapi Pemukulan Siswa?

©net
ilustrasi

Transbogor.co- Kasus pemukulan yang dilakukan oknum guru bernisial A kepada muridnya, di SMP Negri 1 Kemang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, terkesan dibiarkan oleh kepala UPT Pendidikan Kemang, Marwanto. Sebab, sejauh ini tidak ada tindakan apa pun kepada oknum guru tersebut.    

Seperti diberitakan Transbogor.com, Rabu ( 15/9/2015) lalu, oknum Guru SMP Negeri 1 Kemang kelas terbuka berinisial A , telah melakukan tindak kekerasan.

Dengan mengabaikan etika sebagai pendidik, oknum guru tersebut memukul

Imam Suhardi, murid kelas 9 SMP Negeri 1 Kemang, kelas terbuka. Buntutnya, Imam pun mengalami luka memar dibagian pipi kiri dan kanannya setelah dipukul didepan kelas.

"Saya sudah mengkroscek melalui telpon seluler kepada guru di SMP Negri 1 Kemang. Tapi, sampai saat ini belum mendapat penjelasan yang akurat, terkait sanksi yang akan diberikan kepada guru atas nama Asep Hidayat. Saat ini kami sedang menunggu jawaban dari kepala sekolah," ujar Kepala UPT Pendidikan Kemang,Wilayah XII Marwanto, saat dimitai komentarnya melalui telepon genggam, Kamis (17/9/2015).

Dia juga menantang keluarga korban agar membawa permasalahan tersebut ke ranah hukum. Tapi, sarannya, sebelumnya dia menganjurkan diselesaikan melalui proses kekeluargaan.

"Jika pelaku terbukti bersalah sanksi yang akan diberikan dinas pendidikan nanti akan diberhentikan secara tidak hormat,atau di proses hukum," katanya.

Sementara, Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Kemang Yunari saat akan dikonfirmasi, tidak dapat ditemui. (nda)

.