Mas Novanto dan Fadli Zon, Akhirnya Kamu Ketahuan!

┬ęGetty via BBC Indonesia
PASANG AKSI : Ketua DPR Setya Novanto ddan Wakil Ketua DPR Fadli Zon, tak henti umbar senyum saat hadiri kampanye Capres Donald Trump di Amerika, beberapa waktu lalu.

Transbogor.co- Borok rombongan pimpinan DPR yang plesiran ke Amerika bertemu dengan Calon Presiden Donald Trump akhirnya ketahuan. Kejanggalan itu terungkap dari dokumen yang diperoleh Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) dari Sekretariat Jenderal DPR.

Ternyata, salah satu kejanggalan yang ditemukan adalah mengenai jumlah rombongan yang berangkat. Wakil Ketua MKD Junimart Girsang mengatakan, berdasarkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran, anggota DPR yang berangkat ke AS seharusnya berjumlah tujuh orang. Tapi, dokumen yang didapatkan MKD dari pihak Setjen DPR menunjukkan, jumlah rombongan yang berangkat mencapai 20 orang dengan anggaran lebih dari Rp 2,5 miliar.

"Itu yang mau diklarifikasi ke Sekjen DPR. 20 orang itu termasuk ajudan, sekretaris pribadi, dan staf khusus. Tetapi, enggak ada anggota keluarga," kata Junimart di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/9/2015).

Selain itu, masih berdasarkan dokumen Setjen DPR, ditemukan pula bahwa Ketua DPR dan rombongan hanya dijadwalkan berada di AS hingga tanggal 3 September. Rombongan dijadwalkan berangkat pada tanggal 29 Agustus, mengikuti konferensi parlemen dunia pada tanggal 31 Agustus-2 September, dan pulang ke Indonesia keesokan harinya.

"Tanggal 4 sudah harus di Indonesia," ucap Junimart.

Faktanya, sebagian rombongan, termasuk Ketua DPR Setya Novanto dan Wakil Ketua DPR Fadli Zon, baru tiba di Indonesia pada tanggal 12 September, Sabtu malam. Nah, hal itu makin menguatkan rombongan yang dipimpin Ketua DPR itu kuat dugaan sedang plesiran.  

"Kita harus mengundang kedutaan besar (Indonesia untuk Amerika Serikat) apakah mereka memfasilitasi setelah tanggal tiga, kalau ya, dari mana anggarannya. Bagaimana protokolernya," ucap Junimart.

Semantara, Sekjen DPR Winantuningtyastiti hingga saat ini belum bisa dikonfirmasi mengenai tuduhan kejanggalan tersebut. Bahkan, Winantuningtyastiti juga tidak hadir memenuhi panggilan MKD siang ini.

Menurut Junimart, dia berhalangan hadir karena rapat dengan pimpinan DPR. Winantuningtyastiti sudah mengirim surat dan meminta MKD izin terlebih dahulu kepada pimpinan DPR.

Sementara, salah satu anggota DPR yang wisata ke Amerika, yang juga Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen Nurhayati Ali Assegaf menolak berkomentar. Lantaran terus menerus dibully di medsos, Nurhayati kini takut bicara seolah khawatir salah buat pernyataan.     

"Saya tidak mau komentar lagi. Saya di-bully terus," ucapnya sembari memperlihatkan raut muka malu. (kom/eko)

.