Atasi Gepeng, Ini Kata Aktifis Pemerhati Anak Jalanan

©net
Ilustrasi

Transbogor.co- Maraknya anak jalanan berkedok pengamen di Kota dan Kabupaten Bogor menyulitkan petugas baik dari Pemda dan kepolisian untuk menindaknya agar Bogor bebas dari Gelandangan dan Pengemis (Gepeng).

Operasi penertiban Gepeng tersebut kerapkali dilakukan aparat gabungan dari Satpol PP, Dinas Sosial dengan dibantu aparat keamanan. Dalam razia tersebut belasan bahkan puluhan orang yang menggantungkan hidupnya dijalanan diamankan untuk didata dan dibina. Namun, razia petugas juga tak selalu mulus, terkadang giat tersebut bocor. Alhasil hanya satu dan dua yang mereka ciduk.

Dari sini kinerja pemerintah dalam menyelesaikan penyakit masyarakat diuji. Contoh kecil, belasan anak-anak punk yang kerap beroperasi sebagai pengamen di wilayah Ciawi bergerak bebas. Dengan modal gitar dan suara cempreng para remaja itu berkutat dengan kerasnya kehidupan dijalanan, itu tak menutup kemungkinan mereka bergaul dengan miras dan narkoba. Belum lagi ancaman HIV/Aids, pasalnya baik pria dan wanita, mereka hidup dan tidur bersamaan tanpa alas di sebuah taman kecil pembatas Kota dan Kabupaten Bogor.

Selain itu, diberitakan sebelumnya, anak jalanan dan pengemis yang beroperasi di wilayah hukum Cisarua mayoritas merupakan warga asli desa atau kampung setempat. Sebagian dari mereka merupakan pendatang dari Cianjur, Depok, serta Bekasi.

Aktifis Sosial dan Pemerhati Anak Jalanan, Ryanti Suryawan menilai pihak Dinas Sosial kurang turun ke lapangan dalam soal pengawasan. Padahal itu perlu untuk memantau jumlah gepeng dan anak jalanan.

"Dinsos harusnya perkuat pengawasan dilapangan, itu wajib untuk mengetahui jumlah anak jalanan," tegas Ryanti kepada transbogor.co.

Sementara kinerja Satpol PP dianggap Ryanti terlalu keras kepada penyandang hidup dijalanan. Ia juga mengatakan harusnya ada pendekatan secara kekeluargaan kepada gelandangan dan anak-anak punk.

"Satpol pp terlalu keras, mereka (gepeng-red) itu butuh pendekatan dan pembinaan secara kekeluargaan," pungkas Ryanti. (Rick/Rief)

.