Perusahaan Asing Bakal Diizinkan Jual BBM Subsidi?

©net
ilustrasi

Transbogor.co –  Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) saat ini tengah mempertimbangkan memberikan izin kepada perusahaan migas asing menjual Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di dalam negeri. Hal itu dikemukakan Menteri ESDM Sudirman Said, belum lama ini.  

Hadirnya investor asing dalam penyaluran BBM subsidi secara prinsip dibolehkan oleh aturan. Menurutnya, bila serius ingin masuk, investor tersebut tidak boleh hanya menggarap daerah gemuk.

"Selain itu, investor asing juga diwajibkan membangun tangki, sarana penyaluran serta stok," kata Sudirman.

Pada bagian lain, pengamat energi Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmi Radhi menilai, Pertamina akan sulit bersaing dengan perusahaan asing dalam penyaluran BBM bersubsidi.

"Jika Pertamina tidak merubah paradigma sebagai perusahaan yang memonopoli penyaluran BBM, rasanya akan sulit bersaing," ujarnya sebagaimana dikutip Rakyat Merdeka.

Saat setidaknya ini sudah ada tiga perusahaan migas asing yang telah menyatakan minatnya untuk menggarap bisnis di sektor hilir tersebut. Ada Shell Indonesia, Total E&P Indonesie dan Saudi Aramco. Ketiga perusahaan migas asing tersebut sudah menyampaikan minatnya secara lisan kepada pemerintah.

Menurut bekas anggota Tim Reformasi Tata Kelola Migas ini, bila kebijakan tersebut dijalankan, akan ada dua dampak yang akan terjadi. Yaitu pertama, Pertamina dituntut meningkatkan pelayanan. Kedua, jika tidak berbenah, BUMN migas ini akan tergerus oleh para pesaingnya.

Dikatakan Fahmi, seharusnya Pertamina bisa memenangkan persaingan ini. Selain telah memiliki banyak SPBU di berbagai daerah, Pertamina juga menguasai jalur-jalur distribusi. Sedangkan pihak swasta akan mengalami kesulitan melakukan hal serupa dalam waktu dekat.

"Berat bagi swasta jika harus melakukan hal yang sama dengan Pertamina. Kecuali mereka membuka SPBU di kota-kota besar, barangkali mereka masih mampu bersaing," tuturnya. (mer/eko)

.