Kukuh : Hasil Nihil, Tapi Operasi Sukses

©net
Kukuh Sri Widodo

Transbogor.co – Aksi ‘perang’ terhadap penambang emas liar yang dilakukan PT Antam Tbk dengan menggerakan ribuan personel tim gabungan di kawasan Gunung Pongkor, Nanggung disimpulkan anggota legsilatif (aleg) DPRD Kabupaten Bogor sangat untungkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut.

Hal itu dikatakan Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor, Kukuh Sri Widodo kepada Transbogor, Senin (21/9/2015). Menurutnya, dari hasil tinjauannya saat duduk sebagai Komisi III pada tahun 2013 lalu, perusahaan emas itu mampu mengeruk emas dari Gunung Pongkor sebanyak 3,5 ton setiap tahunnya.

"Sedangkan para gurandil (red.sebutan penambang emas illegal) berhasil mendapatkan 4,5 ton setahun. Jadi wajar kalau Antam menggerakan aksi itu," paparnya.

Kukuh melanjutkan, walau bukan hal baru, namun keberadaan gurandil di Pongkor dinilai sudah sangat meresahkan. Selain ilegal, mereka juga kerap membuat 'onar' dengan munculnya peristiwa-peristiwa yang mengejutkan soal kematian akibat tertimpa longsor gua yang mereka gali hingga pencemaran sungai Cikaniki.

"Walau bisa dibilang hasilnya nihil, namun saya pikir penertiban itu dapat dikatakan sukses meski sebatas upaya memberikan efek jera bagi gurandil," sebut politisi Partai Gerindra ini.

Diakui Kukuh, dengan adanya aksi ini juga memberikan dampak buruk bagi warga disana.

"Memang mereka yang punya duit untuk mengolah dan lubanh itu punya orang Nanggung? Kan bukan. Banyakan orang luar. Dengan kejadian ini, Pemkab harus segera ambil tindakan agar warga Nanggung tak jadi pengangguran," tandasnya. (rifan/eko)

.