PDAM Tirta Kahuripan Ogah Layani Warga?

  ©feri
Dirut PDAM Tirta Kahuripan, Hadi

Transbogor.co- Harapan warga Cilebut Barat, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor agar jaringan pipa PDAM bisa masuk wilayah, sepertinya tak akan terealisasi. Maqu tak mau, warga terpaksa 'harus menikmati' kesulitan kebutuhan air bersih. .

"Kami sudah lama kirim surat, agar permohonan kami bisa dikabulkan. Baik ke Bupati, Walikota, anggotabdewan dan PDAM. Sayang, sampai sekarang tidak ada realisasinya," kata Yusuf, tokoh masyarakat yang dijumpai Transbogor baru-baru ini.

Ia melanjutkan, sebenarnya di pemukiman yang dekat dengan perbatasan antara kabupaten dan kota madya (Kencana), sudah ada instalasi jaringan pipa.

"Tapi dari PDAM kota tidak mau. Sebab belum ada kerjsama dengan Kabupaten. Soalnya mereka takut disalahkan,"ujarnya lagi.

Saat ini, untuk memenuhi kebutuhan air bersih pada musim kemarau, warga memanfaatkan pancuran pasbak yang ada di RT 04/RW 04, Cilebut Barat. Pancuran ini sering digunakan oleh warga hingga pukul dua dinihari.

"Kami harapkan Bapak Walikota Bogor mau mengizinkan jaringan pipa bisa masuk wilayah kami.  Sehingga kami tidak kesulitan saat kemarau seperti sekarang," katanya penuh harap.

Terpisah, Dirut PDAM Tirta Kahuripan, Hadi mengatakan, pihaknya belum bisa menjawab keinginan warga Cilebut. Sebab, dulu pernah mengandeng pihak swasta untuk melakukan pipanisasi ke lokasi terkait. Namun karena belum ada kesepakatan, akhirnya rencana tersebut tidak bisa direalisasikan dalam waktu singkat.

"Saya nanti akan bicara dengan Pak Untung (red.Dirut PDAM Tirta Pakuan). Sebenarnya dulu ada MoU PDAM kota dengan Kabupaten, PDAM terdekat bisa melayani masyarakat dengan segera," ujarnya. (feri/eko)

.