Atasi Macet Bocimi, Anggota Lalulintas Kewalahan

  Ā©transbogor.co/Erick
Kemacetan yang kerap terjadi dijalur Bocimi

Transbogor.co - Kemacaten yang setiap hari terjadi di Jalan Raya HE. Sukma atau jalur Bogor, Ciawi, Sukabumi (Bocimi), tidak hanya dikeluhkan penguna jalan saja. Aparat kepolisian pun dibuat kewalahan dalam mengurai kemacetan yang disebabkan adanya proyek betonisasi tersebut, terlebih jalan tersebut kerap dilalu-lalangi bus dan truk bermuatan ekstra.

Kepala Unit (Kanit) Lalulintas Ciawi, AKP Taryana memaparkan kemacetan di jalur Bocimi ini, lantaran tengah dilakukannya pengerjaan proyek betonisasi yang digeber pihak Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU).

"Sudah jalan sedang dilakukan pengecoran, pengendara yang melintas juga tidak sabaran dan saling salip baik dari arah Ciawi menuju Sukabumi ataupun sebaliknya. Jadi anggota kami kewalahan saat mengatur arus lalulintas," ujarnya saat ditemui transbogor.co, Jum’at (25/09/2015) usai menggelar operasi rutin patuh lantas.

Setiap hari, sambung Kanit, anggota lalulintas baik dari kepolisian dan Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor melakukan pengaturan di sejumlah titik yang rawan terjadi kemacetan, mulai dari pintu masuk Pasar Ciawi, simpang Warung Nangka dan pertigaan alternatif Telukpinang-Banjarwaru.

"Kemacetan juga terjadi di jalur alternatif Seuseupan-Telukpinang, pengendara dari arah Ciawi menuju Sukabumi yang tahu jalan Bocimi macet, memilih melintas di ruas tersebut," imbuh Perwira polisi yang pernah bertugas di Polres Bogor Kota itu.

Taryana juga menambahkan, jalur Bocimi sebagai lintasan perdagangan yang setiap hari dilintasi kendaraan besar seperti truk kontainer, membuat pihaknya harus sebisa mungkin melakukan rekayasa lalulintas hingga kemacetan terurai.

"Di pintu masuk Pasar Ciawi arah jalur Bocimi, sengaja kami pasang pembatas beton agar pengunjung yang mengunakan roda dua tidak langsung nyebrang ke pasar. Itu salah satu upaya kami dalam mengurai macet. Kami juga akan memasang pembatas yang sama di sejumlah titik rawan macet lainnya," sambung dia.

Ali (38), warga Bakom, Kecamatan Caringin mengaku kesal dengan kondisi
Jalan Raya Mayjen HE Sukma yang sudah hampir dua bulan belakangan ini terjadi kemacetan parah hingga mencapai 5 kilometer dari arah Ciawi dan arah Sukabumi.

Menurutnya, kemacetan parah tanpa mengenal waktu ini akibat jalur Bocimi sedang dibeton, tepatnya di titik Desa Teluk Pinang-Bitungsari, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor.

"Harusnya pengecoran jalan itu malam hari. Terus kalau saya perhatikan, sebetulnya kondisi badan jalan masih bagus, tidak banyak lobang, tapi kok sudah dibeton. Ini kan namanya pemborosan, terus yang jalan dari kecamatan caringin sampai lido dibiarkan rusak begitu saja," tandasnya. (ardi/rick)

.