Waspada, Pesisir Pantai Selatan Rawan Gempa

  foto:kotajogja.com

Cianjur, Trans Bogor

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, Jawa Barat (Jabar) mencatat lima wilayah di pesisir pantai selatan Jabar termasuk Cianjur selatan, merupakan wilayah yang sangat rawan terjadi gempa dan berpotensi tsunami.

"Kelima wilayah paling rawan terjadi gempa, seperti Cilacap, Pangandaran, Garut, Sukabumi dan Cianjur, gempa ini kerap terjadi setiap minggunya," kata Kepala BPBD Cianjur, Asep Suhara, Selasa (28/1).

Ia menjelaskan wilayah tersebut secara geologis berada pada lempeng-lempeng yang membentuk zona gempa bumi. Sehingga gempa kerap terjadi setiap minggunya terutama di Pesisir Cianjur selatan.

"Dari pendeteksian Badan Geologi, wilayah pesisir pantai selatan, termasuk Cianjur sangat rawan terjadi gempa bumi karena pada saat elastisitas lempeng terlampaui, maka terjadilah patahan batuan yang diikuti lepasnya energi secara tiba-tiba," ujarnya.

Proses tersebut, lanjut Asep, menimbulkan getaran partikel ke segala arah yang disebut gelombang gempa bumi. Bencana gempa tidak dapat dicegah dan diprediksi namun pihaknya hanya bisa menghindari jatuhnya korban jiwa dengan melakukan mitigasi.

 Ditambahkan Asep, mitigasi gempa bisa dilakukan dengan membuat bangunan tahan gempa, tidak mendirikan bangunan di atas atau bawah tebing. Sehingga pemerintah perlu membuat Rancangan Tata Ruang dan Wilayah yang mempertimbangkan aspek kebencanaan. Seperti menyelenggarakan pendidikan dini tentang gempa, bencana dan bahayanya serta menyiapkan jalur evakuasi.

Saat ini tambah dia, pihaknya akan melakukan pemetaan jalur evakuasi yang dilakukan setelah pemasangan alat early warning system (pemasangan alat penditeksi tsunami) selesai dan dibuat rambu jalur evakuasi ke tempat shelter aman.

"Selain itu, kami telah membuat tujuh alat pendeteksi gempa yang berpotensi tsunami yang dipasang di Kecamatan Cidaun dua unit, Sindangbarang tiga unit dan di Agrabinta sebanyak tiga unit," ungkapnya.


Selain penanggulangan gempa bumi yang dapat mengakibatkan jatuhnya korban jiwa, BPBD Cianjur akan mengganti lahan pertanian basah ke lahan pertanian kering di wilayah yang merupakan rawan longsor, dengan tujuan untuk meminimalisir terjadinya pergerakan tanah yang mengakibatkan longsor. (wid/ant)

.