Tabrakan KRL karena Masinis Main HP?

©liputan6.com
TABRAKAN : Ini dia kondisi gerbong KRL pasca tabrakan di Stasiun Juanda.

Transbogor – Setelah lakukan olah Tempat Kejadian Perkara dan (TKP) dan memeriksa 30 saksi mata di Stasiun Juanda, Penyidik Kepolisian Daerah Metro Jaya menyimpulkan dugaan sementara tabrakan dua Kereta Rel Listrik (KRL) karena faktor kelalaian.  

"Untuk menyelidiki adanya unsur kelalaian ini pihak kepolisian sudah memeriksa 30 saksi," ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian di Mapolda Metro Jaya, Jumat (25/9/2015).  

Dari keterangan para saksi mata, tukas Tito, terungkap sistem sinyal di Stasiun Juanda saat kedua rangkaian KRL bertubrukan, beroperasi dangan cukup baik. Demikian juga kondisi kedua rangkaian kereta.

"Sistem sinyal baik, lampu merah harusnya berhenti, pemeriksaan sementara juga kereta tidak ada masalah, dan yang dianalisa sementara ada unsur kelalaian dari asisten masinis atau masinis," kata Tito.

Hingga berita ini ditulis, pukul 16.40 WIB, asisten masinis diketahui masih diperiksa di Polda Metro Jaya. Hasil tes urine, diketahui negatif.

"Apakah dia (masinis) pas menjalankan kereta bermain handphone itu juga masih dalam tahap penyelidikan," sambung Tito.

Sebagaimana diketahui, dua KRL rute Jakarta Kota menuju Bogor bertubrukan

di Stasiun Juanda, Jakarta pada Rabu (23/9/2015). Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, hanya 42 orang terluka. (viv/ek)

.