Warga Minta PT KAI Bangun Jembatan

©net
Statiun Bojong Gede - Ilustrasi

Transbogor.co– Kemacetan arus lalu lintas di kawasan stasiun KRL Bojonggede semakin parah. Terutama disaat ribuan penumpang KRL masuk dan keluar dari area stasiun. Kondisi ini kian diperparah dengan padatnya ruko dan sempitnya ruas jalan ditambah dengan tidak disiplinnya para supir angkot serta Pedagang Kaki Lima (PKL).

Ironisnya meski hal ini sudah menjadi ‘ciri khas yang melekat’ namun Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (DLLAJ) serta Muspika setempat terkesan tidak mau ambil pusing dan membiarkan hal tersebut.

"Inilah jalur Jalan Raya Bojonggede, setiap pagi hingga sore bahu jalan sering kali dijadikan para PKL berjualan, akhirnya kemacetan pun menjadi pemandangan sehari-hari," tutur Aksan yang kerap kali melintasi jalur tersebut kepada Transbogor, Sabtu (26/9/2015).

Menurut Aksan, kondisi ini bukan hal baru diwilayah Bojonggede, meski keluhan sudah sering kali dilontarkan kepada Pemerintah Kecamatan, namun tidak ada langkah nyata terkait PKL dan kemacetan. bahkan, sebagian pengguna jalan menganggap, pihak berwenang tidak serius menangani masalah ini.

“Masyarakat sekitar dan pengguna jalan semakin geram lantaran kondisi ini terkesan ada pembiaran yang berlarut -larut. Akibatnya, masyarakat yang sangat dirugikan atas dampak kemacetan yang mengular sekitar satu kilometer,” kata Aksan lagi.

Hal senada dikeluhkan Heru (37), warga Bojonggede ini mengaku geram lantaran kerap kali dirinya terjebak macet saat hendak berangkat dan pulang kerja.

"Bagaimana enggak macet, dari pintu keluar stasiun kereta ke terminal Bojonggede jaraknya jauh. Ribuan penumpang yang mau naik angkot lebih memilih naik di depan pintu keluar. Seharusnya dilokasi ini ada jembatan penyeberangan, ungkapnya.

Sementara itu, Agus Budiarto, Ketua RW 12 Desa Bojong Baru, Kecamatan Bojonggede juga tak tinggal diam menyuarakan aspirasi warganya yang setiap hari melintas di Jalan Raya Bojonggede dan banyak pula yang menggunakan jasa transportasi massal KRL Bogor Jakarta.

"Benar, banyak warga saya yang mengeluh kepada saya dan meminta saya untuk menyuatakan aspirasi mereka," kata tokoh warga ini.

Dirinya meminta kepada pihak PT. KAI bekerjasama dengan Pemkab Bogor untuk membangun jembatan penyeberangan yang menghubungkan stasiun KRL Bojonggede ke Terminal Angkot Bojonggede. "Sehingga, ribuan penumpang yang keluar masuk ke stasiun tidak tumpah ke jalan yang sempit itu. Sementara petugas DLLAJ harus ditambah untuk mengurai kemacetan di depan sekolah dan pasar tradisonal, akbat banyaknya angkot dan ojek negetem, serta PKL yang menjamur," desaknya. (rifan/ek)

.