Lahan Pertanian Produktif Dilarang Beralih Fungsi

  foto:Dok

Sukabumi, Trans Bogor

Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan (DPTP) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat mencatat sampai 2013 lalu, seluas 400 hektar lahan pertanian produktif  ternyata malah beralih fungsi menjadi bangunan dan pemukiman.

"Alih fungsi lahan pertanian tersebut tersebut mayoritas berada di wilayah Sukabumi Utara mulai dari Cicurug, Parungkuda, Cibadak, Cisaat, Sukaraja sampai Sukalarang dan sisanya berada di wilayah selatan," kata Kepala Bagian Program dan Rencana DPTP Kabupaten Sukabumi, Deti Setiawati kepada pers, Selasa (28/1).

 Menurut Deti, alih fungsi lahan pertanian tersebut mayoritas digunakan untuk dijadikan perusahaan atau pabrik seperti di wilayah utara cukup banyak pabrik yang menggunakan lahan pertanian untuk membangun industrinya tersebut. Maka dari itu, untuk menekan angka alih fungsi lahan pertanian produktif tersebut, Bupati Sukabumi Sukmawijaya mengeluarkan aturan tentang larangan mengalihfungsikan lahan pertanian produktif.

 Lebih lanjut, imbas jika alih fungsi lahan pertanian ini tidak ditekan maka akan berpengaruh kepada produksi pangan baik di Indonesia khususnya di wilayah Sukabumi. Bahkan, pemerintah pusat juga sudah meminta kepada pemda setempat agar menambah luasan lahan pertanian produktif karena Kabupaten Sukabumi merupakan salah satu daerah lumbung beras nasional.

"Kami juga sudah mengimbau kepada petani pemilih lahan pertanian agar tidak menjual lahan pertanian untuk dijadikan pemukiman atau bangunan lain, agar produksi tanaman pangan setiap tahunnya bisa terpenuhi," tambahnya.

 Deti menjelaskan, untuk mengembalikan kembali luas lahan pertanian yang beralih fungsi tersebut pemerintah juga sudah membuka lahan pertanian baru di wilayah selatan dengan luas lahan mencapai 100 hektare dan juga pengganti lahan pertanian yang berasal dari program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan seluas 50 hektar.

 Dari pendataan yang dilakukan DPTP, untuk saat ini luas lahan pertanian produktif yang ada di Kabupaten Sukabumi seluas 65 ribu hektar lebih yang mayoritas tersebar di wilayah selatan seperti daerah Pajampangan. Setiap satu hektarnya lahan sawah bisa menghasilkan rata-rata 65,43 ton.

 "Tahun ini juga rencananya pemerintah akan membuka lahan baru lagi untuk memperluas lahan pertanian dan kepada perusahaan kami juga sudah memberikan imbauan untuk mengganti lahan pertanian yang digunakan untuk menjadi tempat industri atau pabrik," kata Deti. (wid/ant)

 

.