Tiap Tahun UMK Naik, Tiap Waktu Buruh Tidak Nikmati Hak

©net
Ilustrasi

Transbogor.co- Setiap perusahaan diwajibkan untuk menggaji buruh sesuai Upah Minimum Kota (UMK). Tapi, faktanya masih banyak pekerja yang bergaji rendah lantaran perusahaan enggan memenuhi kewajiban tersebut.

"Menurut saya percuma kalau tiap tahun buruh minta kenaikan UMK. Kenyataannya, kami di PT SUI (red.Sahabat Unggul International) mendapat gaji dibawah UMK,” keluh pekerja yang mengenalkan diri bernama Nurma saat diwawancarai Transbogor, Senin (28/9/2015).

Secara blak-blakan dia mengatakan, hak bulanan yang diperoleh dari perusahaan tempatnya bekerja yang beralamat di Jalan Ahmad Yani, Tanahsareal, Kota Bogor masih dibawah Rp2 juta. Nilai itu, sebutnya, sangat tidak layak dan tidak bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari.

“Kita mau ngadu ke siapa? Mau ngadu ke Disnakersostrans Kota Bogor? Percuma! Kami tidak percaya. Karena, ujungnya tidak akan pernah memperjuangkan nasib kami setelah bertemu manajemen PT SUI,” tutur wanita yang mengaku berdomisli di Kebon Pedes, Tanahsareal, Kota Bogor.

Pada bagian lain, Zubaedah, pekerja Bogor Laundry juga menyampaikan keluhan senada. Perusahaan jasa di Jalan Pajajaran yang saat ini memiliki ratusan pekerja tersebut, rata-rata bergaji Rp1.5 juta. Padahal, pemberlakukan jam kerjanya hingga lebih dari 8 jam.

“Pekerja Bogor Laundry yang punya 4 cabang tersebar di Kota Bogor ini umumnya belum menggaji karyawan sesuai UMK. Kadang, malah lemburan juga tidak dihitung,” tuturnya.

Sebagai informasi, saat ini Upah Minumun Kota (UMK) Bogor tahun 2015 Rp2.711.000. Nilai itu, mulai diberlakukan per 1 Januari 2015 lalu, berdasarkan SK Gubernur No. 561/Kep.1746-Bangsos/2014 tanggal 24 Desember 2014 Tentang Perubahan Atas Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 561/Kep.1581-Bangsos/2014 Tentang UMK di Jawa Barat. (sep/ek)

.