Tuntut Reforma Agraria, Petani Demo Istana Merdeka

©tribun
Ilustrasi

Transbogor.co- Petani tanpa tanah. Fenomena ini masih banyak terjadi di sejumlah daerah di Tanah Air. Pemanfaatan lahan terlantar yang tidak semestinya hingga penggunaan lahan untuk area komersil yang menjadi pemicu lahirnya buruh tani dan kemiskinan permanen di sejumlah tempat. Hal itu dikatakan Ketua Front Pemuda Penegak Hak Rakyat (FPPHR), Fery Aryanto saat memperingati Hari Agraria di depan Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (29/9/2015).  

“Petani masih jadi bagian kelompok yang terpinggirkan haknya. Mereka seolah hanya dibuat bangga menjadi buruh tani. Menjadi petani tanpa lahan. Dan, pemerintah melalui BPN belum memberikan solusi hingga saat ini,” tukasnya disela unjuk rasa petani.  

Siang ini, ratusan petani dari eleman tani melakukan unjuk rasa di depan Istana Negara Merdeka, Jakarta. Mereka melakukan long march dari patung kuda menuju istana.

‘’Hilangkan monopoli dan perampasan tanah rakyat,’’ teriak mereka yang juga membawa serta anak-anak mereka.

Salah seorang pendemo mengatakan bahwa aksi mereka itu untuk memperingati hari tani nasional 24 September 2015 lalu.

"Sebagai anak petani saya mengapresiasi hari petani nasional," ujar Tia Amelia di depan Istana, Jalan Medan Merdeka Utara. Tia tergabung dalam Forum Pelajar Petani Pasundan. (rap/ek)

.