Kenaikan Upah Picu Kebangkrutan Perusahaan?

©net
Ilustrasi

Transbogor.co- Dililit krisis akibat melemahnya rupiah terhadap dolar dan desakan deras tuntutan kenaikan upah buruh, lima perusahaan besar di Kabupaten Bogor dalam waktu dekat dipastikan bakal gulung tikar. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Bogor, Yous Sudrajat.   

“Kelima perusahan itu mayoritas bergerak di sektor padat karya, seperti garmen. Mereka terpaksa berhenti operasi, lantaran tak sanggup menanggung beban produksi yang makin tinggi, karena hampir sebagian besar bahan bakunya diimpor yang pembeliannya menggunakan mata uang dollar,” ujar Yous panjang lebar saat ditemui Transbogor, Selasa (29/9/2015).  

Lebih lanjut, Yous juga menyebut terhentinya produksi di lima perusahaan itu secara otomatis jumlah angka pengangguran akan bertambah, selain itu, warga yang tinggal di sekitar areal pabrik pun terkena imbasnya.

“Ekonomi warga sekitar pabrik tergantung pada perusahaan, mereka banyak yang menjadi penjual makanan dan lain-lain. Nah, ketika perusahaan tutup usaha mereka pun terancam gulung tikar, sebab mayoritas pembelinya adalah para karyawan atau buruh pabrik,”ungkapnya.

Yous, memperkirakan akan banyak lagi perusahaan yang tutup, jika kondisi ekonomi tidak ada perbaikan. Terkini, ditambah lagi dengan desakan sejumlah serikat buruh yang menuntut kenaikan UMK 2016 menjadi Rp3.7 juta.            

 “Itu yang kita khawatirkan, sebab suka atau tidak laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bogor. Sedikit banyaknya ditopang oleh keberadaan perusahaan-perusahaan,” terangnya. (rifan/eko)

 

.