Gawat!, PAD Kabupaten Bogor Bakal Hilang Rp20.6 M

©net
Ilustrasi

Transbogor.co- Penyerahan aset PDAM Tirta Kahuripan ke PDAM Kota Depok, tidak menyalahi aturan. Sebab, hal itu merupakan amanat payung hukum. Demikian Direktur Utama PDAM Tirta Kahuripan, Hadi Mulya Asmat.

"Kami hanya memenuhi kewajiban UU No. 15 Tahun 1999 dan peraturan pemerintah yang menyebutkan bahwa air minum merupakan kewajiban pemerintah daerah masing-masing," tukasnya kepada para wartawan di pendopo, Selasa (29/9/2015).

Lanjutnya, BPK meminta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang dipimpinnya lebih berkonsentrasi di Kabupaten Bogor dalam rangka peningkatan cakupan pelayanan.

"Sebanyak 42 ribu pelanggan di Kota Depok, itu tidak dihitung dalam cangkupan pelayanan. Walau pun pelanggan tersebut merupakan pelanggan tertagih," ujarnya.

Sebagai informasi, tahun ini PDAM Kabupaten Bogor menyerahkan aset-asetnya sebesar Rp20,6 miliar kepada PDAM Kota Depok.  Padahal aset tersebut selama 20 tahun lebih dikuasai oleh PDAM kabupaten Bogor. Termasuk sebanyak 42 ribu pelanggan tertagih.

"Saat ini jumlah pelanggan PDAM Kabupaten mencapai 170 ribu pelanggan, termasuk 42 ribu pelanggan yang berasal dari kota Depok," pungkasnya. (feri/eko)

.