Cisadane Penuh Sampah, Rafting Tetap Enjoy

©net
Ilustrasi

Transbogor.co - Sejumlah operator arung jeram (rafting) di wilayah Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor yang menggunakan arus sungai Cisadane sebagai wahana bermain air, dinilai hanya mementingkan keuntungan semata, tanpa peduli terhadap kondisi sungai.

Padahal, selain tak memiliki izin operasional dati Dinas Kebudayaan dab Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bogor, sejumlah usaha rafting yang berada disejumlah titik di jalur Mayjen HE Sukma (Bocimi) tersebut belum mendapatkan surat rekomendasi dari PSDA Provinsi Jawa Barat terkait izin pemanfaatan air sungai Cisadane.

"Kan sudah jelas mereka (pengusaha) hanya mengeruk keuntungan tanpa perlu menyediakan atau membangun wahana, hanya tinggal menggunakan fasilitas alam. Harusnya mereka turut menjaga lingkungan, jangan hanya mikirin untung saja,"cetus Asep, warga Cikalang, Desa Muarajaya.

Pantauan di salah satu titik sungai Cisadane, sampah nampak menumpuk ditepian sungai. Warga meminta dinas terkait memberikan sanksi tegas kepada para pengusaha rafting yang hanya memikirkan keuntungan semata. Terlebih, hingga kini sebanyak 12 operator yang ada di wilayah Kecamatan Caringin, belum memiliki izin dari dinas terkait. (ardi/rick)

 

.