Peras Pendeta, Lima Oknum Wartawan Dikeroyok

©net
Ilustrasi

Transbogor.co - Lima pria yang mengaku sebagai wartawan mingguan, diamuk massa di gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Penabur, Jalan Otista Raya, Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (29/9). Hal tersebut terjadi lantaran para pelaku ‘memeras’ pendeta .

Terduga Boris, Parlindungan, Tamba, Simbolon, dan Purba, sebelumnya dijebak jemaat gereja. Pasalnya, mereka meminta uang tutup mulut sebesar Rp100 juta atas dugaan aksi perselingkuhan yang dilakukan kedua pendeta di gereja tersebut.

Remond, 39,  seorang jamaat mengatakan, kejadian bermula pada saat pelaku mengikuti pasangan pendeta yang keluar dari  hotel. Dengan menumpang mobil Toyota Avanza pelaku mengikuti kedua pendeta ke kawasan Gambir, Jakarta Pusat.

Dari aksi pengintaian itu, kata Remond, a pelaku akhirnya meminta uang tutup mulut terhadap kedua pendeta yang diketahui bernama De dan pendeta Lu. “Mereka mengancam dari pada perselingkuhan itu dimuat di media, lebih mereka diberikan uang tutup mulut,” ujar Remond.

Kala itu, lanjut Remond,  pelaku meminta uang tutup mulut sebesar Rp100 juta. Bila tidak diberikan, kelimanya akan memajang bukti foto aksi perselingkuhan yang dilakukan kedua pendeta. “Dari aksi itu, akhirnya kami berupaya untuk menjebak pelaku,” kata Remond lagi.

Dalam penjebakan itu, Remond menyebut,  pelaku akhirnya melakukan negosiasi harga. Ketika harga Rp100 juta tak disepakati, mereka menurunkan harga mulai dari Rp25 juta hingga turun lagi menjadi Rp10 juta. “Dari situlah, akhirnya kami meringkus para pelaku tersebut,” tuturnya.

Warga dan jamaat yang sudah mengepung pelaku, akhirnya melampiaskan kekesalan mereka. Pukulan bertubi-tubi dilancarkan ke lima pelaku tersebut. “Tadinya massa geram mau bakar itu pelaku. Tapi sempat diamuk massa juga,” ujar Remond menceritakan

Hingga akhirnya, kelima pelaku digelandang ke Polsek Jatinegara, Jakarta Timur, untuk diamankan. Boris,  mengaku,  tidak memeras kedua pendeta tersebut. “Kedatangan kami hanya untuk melakukan konfirmasi terhadap temuan kami,” ujarnya.

Seperti diterbitkan poskotanews.com, Boris juga menampik kalau dirinya meminta sejumlah uang . “Semuanya tidak benar, tidak ada aksi pemerasan seperti yang dilaporkan tersebut,” ungkapnya.

Kapolsek Jatinegara, Kompol Suwanda mengaku, pihaknya hingga saat ini masih menyidik kasus tersebut. “Masih diperiksa oleh penyidik. Baik saksi maupun terduga tengah dimintai keterangan. Jadi kami belum bisa berkomentar banyak,” tuturnya. (pskt)

.