Slamet : Ber-Pancasila Membuat Indonesia Sakti

  Ā©Transbogor
Slamet Wijaya

Transbogor.co- Pancasila itu kita dan perlu dimulai dari gaya hidup. Tanpa jiwa kebhinekaan, bangsa ini tidak pernah merasa sebagai satu saudara. Hal itu dikatakan Ketua Yayasan Pendidikan Wijaya Plus, Slamet Wijaya, saat ditemui di kediamannya Wangun, Kelurahan Tajur, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Kamis (1/10/2015).

Mantan Anggota DPRD Kota Bogor, sekaligus mantan sekretaris salah satu partai politik ini mengaku akan istirahat sementara dari politik praktis dan ingin menekuni kehidupan baru dalam dunia pendidikan dan sosial.

“Ya, sekarang saya ingin fokus pada pendidikan dan kegiatan sosial non partai. Saya ingin lebih banyak membangun ikatan saudara dengan siapa pun, tanpa sekat irisan golongan politik, kelompok atau latarbelakang sosial atau agama. Tujuannya, ingin membangun persaudaraan dan berkebhinekaan,” tukas Slamet panjang lebar.

Slamet semasa menjadi anggota DPRD Kota Bogor, dikenal sebagai penggiat gerakan kebhinekaan. Ia dan rekan di fraksinya pernah mendukung perjuangan kelompok yang menginginkan tempat pembangunan ibadah di Jalan Abdulah bin Nuh, Kota Bogor. Selain itu, pria non muslim ini juga berulangkali menjadi panitia, sekaligus ikut berkuban setiap tahunnya saat Hari Raya Idul Adha semasa aktif di partainya, periode tahun 2000 hingga 2015. Slamet juga kerap berulangkali dipercaya menjadi panitia pendirian masjid.

“Saya bukan muslim. Namun, saya merasa punya tanggungjawab yang sama. Tujuan saya melakukan kegiatan itu, untuk menghormati dan saling membantu antar sesama. Serta, ingin mengikat persaudaraan pada semua orang. Tidak ada maksud lain. Saya ingin mengenalkan pada banyak orang, hidup berbingkai kebhinekaan dan ber Pancasila itu indah,” tuturnya.

Pasca tidak lagi berkecimpung di kegiatan politik, Slamet mengaku akan terus beraktifitas di dunia sosial, juga pendidikan.

“Kebetulan saya memiliki sekolah. Sebagai komitmen moral, saya akan berupaya prioritaskan siswa tidak mampu. Sebab, saya sadar soal nasib itu bukan pilihan. Tapi, soal mencerdaskan anak bangsa, itu pilihan wajib kita dalam bersaudara serta berbangsa,”tuntasnya. (sep/eko)

.