Camat Sebut Pembebasan Lahan Jalan Lingkar Tersandung NJOP

  ©Transbogor
Dace Jajang Hastomi

Transbogor.co- Tersendatnya pembangunan jalan lingkar Leuwiliang yang melintasi Kemang dan Bojong Gede dibenarkan Camat Bojong Gede, Dace Jajang Hatomi. Menurutnya, yang sandungan lantaran belum adanya kecocokan harga sehingga terkendala dalam pembebasan lahan. Selain itu, juga melonjaknya harga Nilai Jual Obyek Tanah (NJOP) di tahun 2015 ini.

“Dari hasil rapat dengan sejumlah pemerintahan desa, kita juga menemukan ada beberapa syarat kepemilikan lahan yang belum lengkap. Tapi itu siap kita bersama pemerintah desa sudah memfasilitasi hal itu,” paparnya kepada Transbogor, baru-baru ini.

Hal senada juga dipaparkan Kepala Urusan (Kaur) Pembangunan Desa Bojong Gede, Solahudin  yang menuturkan, masih ada sejumlah pemilik lahan yang terkena proyek itu.belum mau melepas lahannya.

“Memang benar, kami dan juga pihak dari pemerintahan sebenarnya merasa keberatan dengan harga yang diminta warga, karena tak sesuai dengan keadaannya yang tak stretegis, tapi mau bagaimana lagi,” tuturnya.

Namun begitu, Solahudin mengaku akan tetap berupaya melakukan pendekatan dengan warga agar proyek ini dapat segera terealisasi.

“Harga yang diminta memang sangat tinggi. Tapi dengan pendekatan, kita berharap warga mau melepas tanahnya demi kebaikan dan kepentingan bersama,” katanya. (rifan/ek)

.