Dituding Kesandung Dugaan Korupsi, Ini Kata Surya Paloh

©tempo
Surya Paloh

Transbogor.co- Mengetahui namanya dikait-kaitkan dengan kasus Gubernur Sumatera Utara Gatot Pudjo Nugroho, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh gerah. Dia pun bercerita tentang kasus Gubernur Sumatera Utara yang menarik-narik partainya. Kata Bos Nasdem, dia memang ada pertemuan untuk mendamaikan Gatot dengan wakilnya yang berasal dari Nasdem, Tengku Erry. Tapi, sambung Paloh, pertemuan itu sama sekali tak membicarakan permohonan bantuan perkara Gatot.

"Kalian harus dengar ini, lihat muka dan mata saya, kira-kira ada kebohongan atau tidak," kata Paloh sebagaimana dilansir tempo usai merayakan ulang tahun pertama Fraksi Partai Nasdem di Hotel Borobudur, Jakarta, baru-baru ini.

Masih menurut Paloh, dalam pertemuan itu turut hadir Gatot, Erry, dan Kaligis. Pertemuan itu diinisiasi Kaligis dan diiyakan Paloh sebulan kemudian di Kantor DPP Nasdem di Gondangdia, Jakarta Pusat.

"Saat itu Kaligis sebagai Ketua Mahkamah Partai dan senior saya bilang ada komunikasi yang tidak baik antara Gatot dan Erry. Padahal, mereka sudah saya anggap sebagai adik. Dalam pertemuan itu) Yang ngomong saya. Pak Kaligis tidak bicara," tuturnya panjang lebar.

Sebagaimana diketahui, istri muda Gubernur Gatot, Evy Susanti, bersaksi dalam sidang Kaligis di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. Menurut Evy, pertemuan islah di DPP Nasdem berujung pada terhentinya pemanggilan suaminya dalam kasus dana bantuan sosial di Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.

Gatot memang telah beberapa kali dipanggil Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara untuk pemeriksaan kasus itu. Namun dalam surat panggilan itu nama Gatot sudah tercantum sebagai tersangka. Beredar isu, kata Evy, Kejaksaan mengusut korupsi Bansos karena hubungan Gatot dan wakilnya Teuku Erry saat itu sedang tak harmonis. Diketahui Jaksa Agung Prasetyo dan Erry sama-sama anggota Partai Nasdem.

Khawatir dirinya terseret lebih jauh, Gatot menemui Kaligis yang sudah menjadi kuasa hukumnya sejak 2013. Kaligis juga kebetulan merupakan Ketua Mahkamah Partai Nasdem. Atas prakarsa Kaligis, Gatot dan Erry pun bertemu di kantor DPP Nasdem Gondangdia pada Mei 2015 lalu untuk membicarakan islah.

"Dalam pertemuan itu, ada Pak Gatot, Wagub, Surya Paloh (Ketua Umum Nasdem), dan OCK," ujar Evy saat memberikan kesaksian.

Islah antara Gatot dan Erry memang tercapai dalam pertemuan tersebut. Evy mengatakan usai islah, tak ada lagi panggilan dari Kejaksaan untuk Gatot.

Namun, Paloh lagi-lagi membantah keras isu tukar perkara itu.

"Ada tidak permohonan perkara? Coba lihat wajah saya, tidak ada. Satu kata tidak ada. Tolong bantu saya ada perkara, tidak ada. Inilah kebenaran itu. Kalau diperlukan rekonstruksi ulang," tutup Paloh. (tem/ek)

.