Apa Bedanya LRT dengan KRL?

  Ā©eko-transbogor
Ilustrasi

Transbogor – Keputusan untuk membangun LRT dimulai setelah proyek Monorel Jakarta mangkrak. Saat Jokowi menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, sempat mengaktifkan kembali proyek monorel pada Oktober 2013.

Tapi, saat digantikan Basuki Tahjya Purnama atau yang akrab dipanggil Ahok,

pekerjaan tersebut dibatalkan. Tidak diteruskannya pekerjaan tersebut lantaran

Ahok tak dapat menerima usul pengembang PT Jakarta Monorail untuk membangun depo di atas Waduk Setiabudi, Jakarta Selatan, dan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Ahok sendiri lebih memilih untuk membangun LRT daripada monorel.

Jakarta, Bogor dan Bekasi menjadi pilihan lintasan LRT karena sebelumnya setelah dilakukan survey yang dilakukan oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) menunjukkan bahwa arus kemacetan kendaraan yang masuk ke Jakarta paling banyak berasal dari daerah Bekasi dan Cibubur, yakni sebesar 64%.

Singkatnya, Presiden RI Jokowi memerintahkan PT Adhi Karya (Persero) untuk membangun LRT menggantikan proyek monorel yang mandek. LRT ini nantinya akan dibangun dalam dua tahap, di mana yang tahap pertama adalah rute Cibubur-Cawang-Grogol. Sedangkan pembangunan tahap dua untuk rute Bekasi Timur menuju ke Cawang dan Bogor.

Lalu apa bedanya LRT KRL? LRT yang tergolong kereta ringan yang merupakan alat transportasi masal dan biasa dioperasikan di kasawan perkotaan. Dalam pengoperasiannya LRT ini dapat ditempatkan diantara lalu lintas lainnya mengingat tidak memiliki kecepatan tinggi, hanya sekitar 30-40 kilometer per jam

Kereta yang banyak digunakan di kota-kota besar di Eropa dan Amerika Serikat ini masing-masing gerbong memiliki mesin penggerak sehingga tidak terpusat dalam satu gerbong.

Dalam hal pengoperasiannya, kereta yang memiliki lebar 2,7 hingga 2,8 meter ini dapat dikendalikan dengan sistem otomatis tanpa harus menggunakan masinis layaknya KRL.

Mengingat dimensinya yang kecil, LRT memiliki keunggulan dimana memiliki radius putar hanya 20-30 meter. Berbeda dengan MRT dan KRL yang diatas itu. Untuk itulah salah satu alasan pemerintah memilih LRT ketimbang monorail adalah dengan radisu lingkar itu sangat cocok dengan kondisi Jakarta yang memiliki gedung-gedung tinggi.

Sementara, KRL merupakan jenis moda transportasi kereta yang dalam pengoperasiannya digerakkan menggunakan tenaga listrik. KRL ini sudah ada di jakarta sejak tahun 1976.

Dengan lebar gerbong yang lebih besar dibanding LRT, KRL dapat mengangkut penumpang yang lebih banyak dibandingkan jenis lainnya tersebut. Hanya saja KRL memiliki radius putar yang sangat lebar layaknya kereta api.

Untuk menjalankannya, KRL masing menggunakan tenaga masinis mengingat dalam hal teknologi masih menggunakan sistem propulsi motor listrik.

Dengan banyaknya pilihan moda transpotasi yang menghubungkan Jakarta dan daerah penyangga, diharapkan bisa menjadi bagian dari solusi pemerintah dalam mengurangi kemacetan yang terjadi di Jakarta. (eko)

.