2018, Warga Bisa Nikmati Naik LRT Bogor Jakarta

©rapller
Presiden Jokowi (kedua dari kiri) dan Gubernur DKI Ahok (ketiga dari kiri) didampingi pejabat terkait memantau pembangunan LRT di Jakarta dan kota satelit. Foto dari setkab.go.id

Transbogor – Percepatan Penyelenggaraan Kereta Ringan/Light Rail Transit (LRT) terintegrasi di Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi akan dimulai pada tahun ini. Hal itu juga sudah dituangkan Presiden Jokowi dalam payung hukum Perpres No. 98 tahun 2015.

“Tanggal 2 September, saya sudah menandatangani proses percepatan LRT. Sekarang, setelah Perpres itu saya tandatangani, kita sudah memulai proyek,” kata Jokowi, baru-baru ini.

Jokowi bertutur, dirinya saat menjadi gubernur DKI telah membahas usul ini bersama Wakil Gubernur Ahok dan Dirut Adhi Karya Kismodarmawan pada akhir 2013 lalu.

PT Adhi Karya telah memperoleh persetujuan Penyertaan Modal Negara (PMN) berdasarkan Undang-Undang No. 3 tahun 2015 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2015, senilai Rp 1,4 triliun. Adhi Karya juga telah memperoleh suntikan dana dari publik sebesar Rp 1,35 triliun. Total biaya untuk proyek LRT adalah Rp 23,8 triliun.

Dua rute LRT sepanjang 83.6 kilomter akan dibangun pada tahap pertama dan diperikirakan selesai tahun 2018. Nilai investasi ditaksir sekitar Rp 11, 9 triliun. Pembangunan lintas layanan tersebut meliputi Cibubur-Cawang, Bekasi Timur-Cawang, dan Cawang-Dukuh Atas. Lintas layanan ini akan disambungkan melalui 18 stasiun yang meliputi panjang 42,1 km.

Pada tahap kedua, pembangunan yang rencananya dimulai kuartal akhir 2016 dan berakhir 2018, akan melintasi Cibubur-Bogor, Dukuh Atas-Palmerah-Senayan, dan Palmerah-Grogol dengan panjang 41,5 km.

Menurut Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Hermanto Dwiatmoko, soal tiket nantinya akan melelang penyediaan sarana LRT untuk pihak swasta, yang dimaksudkan untuk menurunkan harga tiket menjadi Rp 10.000 hingga Rp 15.000 per orang.

“Paling tidak tarifnya sekitar Rp 10 ribu sampai Rp 15 ribu per penumpang,” kata Hermanto.

Jika pengoperasian ditanggung Adhi Karya, diperkirakan harga tiket LRT sekitar Rp 37.500 per orang.

LRT, dari siaran pers yang diperoleh, diperkirakan dapat mengangkut 24 ribu penumpang per jam per arah setiap harinya. Hal ini, menurut Dirjen Kemenhub Hermanto, memungkinkan karena dalam satu rangkaian LRT terdiri dari 3 unit gerbong dengan jumlah total sebanyak 60 set.

"Dalam satu rangkaian terdiri dari tiga unit. Total ada 60 set. Ini untuk mengejar 2-3 menit kedatangan (kedatangan rangkai LRT ditargetkan setiap 2-3 menit sekali)," kata Hermanto. (rappler/eko)

.